Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ahli Gizi IPB Optimistis Manfaat MBG Bakal Terlihat dalam Satu Tahun ke Depan

Muhammad Aufal Fresky • Senin, 27 Oktober 2025 | 15:47 WIB

 

Ilustrasi program makan bergizi gratis (MBG).
Ilustrasi program makan bergizi gratis (MBG).

KALTIMPOST.ID, Sejak digulirkan pada 6 Januari 2025, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini telah menjangkau lebih dari 35,4 juta penerima manfaat. Mulai dari anak-anak PAUD hingga siswa SMA/SMK, juga ibu hamil dan menyusui. 

Seperti yang dilansir laman JawaPos.com, angka itu setara tujuh kali populasi Singapura, sebuah capaian besar bagi program yang baru berjalan sembilan bulan. 

Di tengah masih tingginya tantangan gizi di Indonesia, langkah pemerintah ini dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia. 

Kendatipun dampaknya tidak langsung terasa, para ahli gizi optimistis dampak positifnya akan mulai terlihat dalam satu tahun ke depan. Terutama bagi kelompok usia muda.

Guru Besar Ilmu Gizi IPB Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS, melalui keterangannya, mengatakan bahwa dampak gizi program MBG bisa dirasakan tiga bulan sampai satu tahun, tergantung usia penerima manfaat. Anak-anak, tambahnya, biasanya lebih cepat menunjukkan hasilnya.

Menurut dia, program MBG tak hanya soal piring nasi dan lauk bergizi, tetapi juga upaya memutus rantai stunting lintas generasi.

Menurut Hardinsyah, perbaikan gizi pada remaja dan anak sekolah akan berdampak langsung pada kualitas generasi mendatang.

“Anak remaja hari ini, lima belas tahun lagi akan menjadi orang tua. Kalau sejak remaja gizinya baik, keturunannya pun lebih sehat,” jelas Hardinsyah.

Ia juga menilai, selain menekan stunting, pemberian gizi di sekolah juga terbukti mendukung kemampuan kognitif dan fokus belajar anak.

Asupan protein dan zat gizi seimbang dapat membantu siswa lebih konsentrasi di kelas, mempercepat daya tangkap, dan berkontribusi pada perbaikan nilai akademik.

Namun, agar manfaat tersebut tercapai optimal, keamanan pangan menjadi fondasi utama. ia mengingatkan, makanan bergizi tidak akan memberi efek positif jika tidak aman dikonsumsi.

“Begitu makanan aman, lalu disukai anak-anak, otomatis gizinya terserap dengan baik. Jadi pengawasan keamanan pangan harus ketat,” beber Hardinsyah.

Untuk menjamin hal itu, program MBG melibatkan berbagai profesi di bawah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari ahli gizi, tenaga kesehatan masyarakat, hingga pengawas dapur sekolah. 

Mereka bertugas memastikan seluruh proses, dari penyimpanan bahan hingga penyajian makanan, memenuhi standar gizi dan keamanan pangan nasional.

Efek MBG juga terasa di ruang kelas. Banyak sekolah mulai melaporkan peningkatan kehadiran siswa sejak program ini berjalan.

Anak-anak lebih bersemangat datang ke sekolah, bahkan membawa teman yang sebelumnya sering absen. Dengan tubuh lebih sehat dan tidak mudah sakit, anak-anak bisa mengikuti pelajaran dengan konsisten.

“Program ini bukan hanya soal gizi, tapi juga pendidikan. Makan bersama menciptakan budaya disiplin dan kebersamaan di sekolah,” ujar Hardinsyah. 

Editor : Hernawati
#Makan Bergizi Gratis #ipb #ahli gizi #Mbg