KUALA LUMPUR – Momen bersejarah tercipta di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-47. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi saksi penandatanganan Kuala Lumpur Peace Accord, kesepakatan damai antara Thailand dan Kamboja yang selama ini bersitegang di wilayah perbatasan.
Perjanjian itu mengatur penarikan senjata berat, pembebasan 18 tahanan asal Kamboja oleh Thailand, serta kerja sama pembersihan ranjau darat di kawasan konflik. ASEAN juga akan menurunkan tim pengamat untuk memastikan implementasi perjanjian berjalan sesuai kesepakatan.
Baca Juga: BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Potensi Hujan Lebat hingga 29 Oktober, Waspada Banjir sampai Longsor
Trump menyebut kesepakatan tersebut sebagai “langkah berani menuju perdamaian” dan menegaskan peran Amerika Serikat dalam menjaga stabilitas kawasan. “Kami telah melakukan sesuatu yang banyak orang anggap mustahil,” ujarnya.
Perdana Menteri Kamboja Hun Manet menyebut hari ini sebagai “hari bersejarah”, sementara PM Thailand Anutin Charnvirakul menilai kesepakatan ini sebagai “fondasi bagi perdamaian abadi”.
Selain memediasi konflik, Trump juga mengumumkan kesepakatan perdagangan baru dengan Malaysia dan Kamboja yang mencakup 68 persen dari total perdagangan dua arah AS dengan ASEAN. Langkah ini memperkuat posisi Washington di Asia Tenggara di tengah meningkatnya pengaruh ekonomi Tiongkok.
Keberhasilan ini menegaskan kembali komitmen Amerika Serikat terhadap diplomasi multilateral dan perdamaian di kawasan. (*)
Editor : Thomas Priyandoko