KALTIMPOST.ID, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia akibat Super Typhoon Fung‑wong yang melanda Filipina.
BMKG telah mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi yang berlaku mulai 10-13 November 2025 pukul 07.00 WIB.
Selama periode tersebut, gelombang dengan ketinggian 1,25-2,5 meter diperkirakan muncul di beberapa perairan Indonesia akibat pengaruh Siklon Tropis Fung-Wong, yang saat ini berada di Laut Filipina Timur.
Di wilayah Indonesia bagian utara, pola angin bergerak dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan 4–30 knot.
Sementara itu, di wilayah selatan, arah angin dominan dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan serupa.
Titik kecepatan angin tertinggi tercatat di Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung, Selat Sunda, Selat Makassar bagian utara, Laut Sulawesi, dan Samudra Pasifik utara Papua.
BMKG menegaskan bahwa perahu nelayan berisiko saat angin mencapai ≥15 knot dan gelombang ≥1,25 meter.
Oleh karena itu, masyarakat pesisir dan pelayaran diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, memantau kondisi cuaca terkini, dan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG guna mencegah kecelakaan laut akibat cuaca buruk.
Meski Indonesia tidak menjadi jalur utama badai, efek tidak langsung dari Fung‑wong, seperti hujan lebat dan perubahan pola angin tetap berpotensi memengaruhi wilayah perairan dan pesisir.
Fenomena ini menegaskan bahwa badai besar di kawasan Pasifik Barat dapat memberikan dampak lintas negara.
Peringatan ini menekankan pentingnya kesiapsiagaan untuk mencegah kecelakaan laut akibat kondisi cuaca ekstrem.
Editor : Hernawati