KALTIMPOST.ID,MALANG-Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengumumkan penutupan total semua aktivitas pendakian di Gunung Semeru menyusul erupsi yang terjadi pada Rabu sore.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut langsung dari rekomendasi Badan Geologi Kementerian ESDM yang secara resmi menaikkan status Gunung Semeru dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas).
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menjelaskan bahwa penutupan ini merupakan langkah mitigasi darurat untuk melindungi masyarakat dan pendaki dari potensi risiko bahaya erupsi yang signifikan.
Baca Juga: Posyantek GL Pro Gunung Elai Juara Tingkat Kota, Siap Wakili Bontang ke Lomba Posyantek Kaltim 2026
"Peningkatan status ke Level IV (Awas) menandakan adanya potensi bahaya erupsi yang signifikan dan perlu diwaspadai. Dengan mempertimbangkan kondisi terkini serta rekomendasi dari PVMBG, pendakian Gunung Semeru, termasuk jalur menuju Ranu Kumbolo ditutup mulai hari ini hingga dinyatakan aman," tegas Rudijanta, Rabu (19/11/2025).
Zona Bahaya dan Imbauan Masyarakat
Berdasarkan rekomendasi dari Badan Geologi, BB TNBTS mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam radius 8 kilometer dari puncak Gunung Semeru, dan mewaspadai zona sektoral sejauh 20 kilometer ke arah selatan-tenggara, yang merupakan jalur potensial bagi aliran material vulkanik dan awan panas.
Bagi calon pendaki yang telah melakukan pemesanan tiket melalui situs resmi bromotenggersemeru.id, pihak Balai Besar TNBTS memastikan bahwa seluruh pemegang tiket dapat mengajukan penjadwalan ulang (reschedule) pendakian hingga kondisi dinyatakan aman kembali.(*)
Editor : Thomas Priyandoko