Sikap diam itu membuat ruang spekulasi semakin terbuka di kalangan publik dan nasabah.
Dari informasi yang dihimpun Kaltim Post, Yusuf disebut mengalami insiden saat bermain golf. Seorang sumber internal memastikan bola dari pemain lain mengenai bagian tubuh sensitif Yusuf, menyebabkan cedera berat hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Nyawanya tak tertolong.
“Intinya kecelakaan di lapangan golf,” ujar sumber tersebut singkat ketika dikonfirmasi. Ia enggan membuka detail lokasi permainan maupun siapa rekan yang terlibat dalam insiden itu.
Kabar soal musibah itu sebenarnya telah beredar di internal BJB sejak hari pertama. Namun tanpa keterangan resmi dari manajemen, berbagai dugaan kemudian berkembang liar.
Publik mempertanyakan mengapa perusahaan terbuka seperti BJB belum memberi penjelasan resmi maupun menggelar konferensi pers.
Yusuf dikenal sebagai bankir yang lama berkecimpung di sektor layanan konsumer. Ia dilantik sebagai Direktur Utama BJB pada 11 Maret 2025 foto baru 8 bulan menjabat.
Sebelumnya menangani sejumlah divisi strategis, termasuk kredit pemilikan rumah dan pembiayaan kendaraan.
Yusuf sebelumnya mengikuti kegiatan golf di Jatinangor National Golf & Resort. Beberapa jam setelahnya, kondisi kesehatannya menurun tajam hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Ia mendapat penanganan intensif, namun tidak tertolong.
Di tengah ketidakpastian penyebab kematian sang direktur utama, muncul desakan agar manajemen segera memberikan kejelasan. Sebagai emiten, BJB dinilai berkewajiban menjaga transparansi informasi kepada pemegang saham dan masyarakat.
Editor : Uways Alqadrie