KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Bencana banjir besar dan tanah longsor yang melanda Sumatra telah menyisakan duka mendalam bagi ribuan keluarga, salah satunya adalah Abdul Ghani (57 tahun). Selang beberapa hari setelah bencana melanda, warga Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, ini masih terus berjuang mencari istrinya, Marsoni, yang hilang tanpa jejak.
Mencari Satu-satunya Keluarga
Bagi Ghani, Marsoni adalah satu-satunya keluarga yang tersisa setelah putra semata wayang mereka meninggal dunia tujuh tahun lalu. Selama 25 tahun pernikahan, Marsoni adalah belahan jiwanya.
Kini, di tengah puing-puing, Ghani membawa foto besar sang istri, menunjukkannya kepada setiap orang—pejalan kaki, relawan, hingga tim penyelamat—dengan harapan ada yang melihatnya.
Saat banjir bandang menerjang, Ghani, yang bekerja sebagai pedagang minuman ringan, berada di luar rumah. Ia terkejut ketika warga menghampirinya, melaporkan enam rumah hancur, termasuk kediamannya. Sejak saat itu, pencarian istrinya menjadi tujuan hidupnya.
Baca Juga: Dua Hari Setelah Banjir Sumatera, Titiek Soeharto Geram Lihat Truk Kayu Gelondongan Melintas
Permintaan Terakhir di Tengah Puing
Setelah berhari-hari pencarian tanpa hasil, harapan Ghani mulai meredup. Ia menyadari kemungkinan terburuk, namun tekadnya untuk menemukan jasad sang istri tidak padam.
"Apakah dia masih hidup? Sepertinya tidak," katanya dengan suara lirih pada Selasa lalu (2/12). "Tapi yang saya inginkan adalah bertemu istri saya, (walaupun) hanya sepotong tangannya."
Rumah Ghani hancur total, rata dengan tanah. "Rumah saya sudah habis semua, sudah datar dengan tanah," ujarnya kepada Reuters.
Pria paruh baya itu hanya ingin memberikan pemakaman yang layak bagi istrinya. Dengan suara tercekat, Ghani mengungkapkan kesedihannya: "Saya punya istri, dan saya sayang dia. Tidak ada rumah, tidak ada istri. Ke mana saya harus pergi?"
Data Korban Bencana
Sementara kisah personal Ghani terus berlangsung, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dampak tragis bencana ini secara luas. Data terbaru per Jumat (5/12) menunjukkan korban tewas encapai 846 jiwa di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Korban hilang sebanyak 547 jiwa dan korban terluka sedikitnya 2.700 orang.(*)
Editor : Thomas Priyandoko