KALTIMPOST.ID, Di tengah upaya maksimal penyaluran bantuan untuk masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah tengah Aceh, muncul kabar yang menggegerkan.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, mengungkapkan bahwa ia menerima laporan mengenai dugaan hilangnya 80 ton bantuan logistik yang seharusnya sampai ke masyarakat di Kabupaten Bener Meriah.
Mualem mengakui bahwa penyaluran bantuan, khususnya ke daerah Bener Meriah dan Aceh Tengah, telah diupayakan secara maksimal.
Pengiriman logistik banyak dilakukan melalui jalur udara yang diturunkan di Bandara Rembele, Bener Meriah.
Namun, fokus utama Mualem kini bergeser. Bukan lagi pada kuantitas bantuan yang masuk, melainkan pada ketepatan sasaran di lapangan.
"Sebenarnya Bener Meriah-Aceh Tengah kalau kita pikir-pikir ya, sudah maksimal. Tapi tergantung di lapangan mereka tepat sasaran atau tidak," kata Muzakir Manaf kepada wartawan, Rabu (10/12) malam.
Ia kemudian membeberkan informasi yang ia dengar, meskipun belum terverifikasi.
"Saya dengar berita burung atau berita tidak valid ya, ada 80 ton hilang entah kemana. Kita turunkan semua di Bener Meriah," kata Muzakir Manaf.
Baca Juga: Porprov Kaltim 2026 Kian Dekat: Dispora Ajak Warga Paser Meriahkan Semua Cabor
Pangdam dan Kapolda Diminta Turun Tangan
Menyikapi kabar sensitif yang beredar, Mualem tidak tinggal diam. Ia langsung meminta bantuan aparat keamanan untuk memastikan kebenaran informasi ini dan mengusut tuntas jika terbukti.
"Saya tidak tahu, kita cek dulu apa betul atau tidak. Yang baru dengar berita burung tidak kita percaya kan. Nanti bersama-sama ada pak Pangdam dan Kapolda untuk usut," tegasnya.
Mualem juga secara khusus menyoroti peran pemerintah daerah setempat, berharap agar distribusi logistik bisa dilakukan seadil-adilnya.
"Dan kita mohon kepada Bupati Bener Meriah supaya dengan seadil-adilnya membagi sembako," jelas Mualem.
Ia menambahkan bahwa Bener Meriah menjadi titik vital distribusi karena memiliki bandara yang dapat digunakan untuk menurunkan bantuan.
Baca Juga: Kemenhub Sediakan 33 Ribu Lebih Kuota Mudik Gratis Nataru 2025/2026
Bantahan dari Posko Bencana
Menanggapi pernyataan Mualem, pihak Posko Penanganan Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Bener Meriah memberikan klarifikasi.
Kepala Pusat Data dan Informasi Posko, Ilham Abdi, memastikan bahwa logistik yang sudah masuk ke gudang posko berada dalam kendali dan tercatat rapi.
Ilham menjelaskan prosedur ketat yang mereka terapkan. "Tentang informasi adanya logistik yang hilang, kalau yang sudah masuk gudang logistik dipastikan tidak ada," kata Ilham.
Ia menambahkan bahwa logistik dari bandara yang dibawa ke gudang hanya yang dialamatkan untuk masyarakat Bener Meriah, dan pengambilannya dilakukan dengan pengawalan.
Bahkan, gudang kargo di bandara sendiri dipegang kendali oleh TNI AU yang bertugas di sana.
Menurut Ilham, semua logistik yang masuk dan keluar dari gudang tercatat secara administrasi, lengkap dengan SOP penyaluran, siapa penerima, jumlahnya berapa, serta dokumentasi.
"Jika bantuan sudah resmi tercatat diterima oleh gudang logistik, maka setiap penerimanya akan tercatat secara administrasi dan sudah ada SOP ketika akan disalurkan kepada siapa, jumlahnya berapa, lengkap dengan dokumentasi penerima," lanjutnya.
Persoalan Lain, Listrik dan BBM
Di luar masalah logistik, Mualem juga menyoroti kendala lain yang menghambat proses penanganan bencana di Bener Meriah dan Aceh Tengah, yaitu kelangkaan listrik dan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Kelangkaan ini berdampak serius pada operasional alat-alat berat dan transportasi yang sangat dibutuhkan untuk menyalurkan bantuan dan pemulihan infrastruktur. ***
Editor : Dwi Puspitarini