Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Semeru Mengamuk! Empat Letusan Beruntun Hujani Langit Lumajang dengan Abu Vulkanik

Ari Arief • Sabtu, 3 Januari 2026 | 16:05 WIB

LETUSAN: Erupsi Gunung Semeru dengan tinggi letusan satu kilometer.
LETUSAN: Erupsi Gunung Semeru dengan tinggi letusan satu kilometer.

KALTIMPOST.ID,LUMAJANG-Aktivitas vulkanik Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali meningkat pada awal tahun ini.

Tercatat, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut mengalami empat kali erupsi beruntun pada Sabtu (03/01/2026), dengan ketinggian kolom abu mencapai 1.000 meter dari atas puncak.

Berdasarkan laporan tertulis dari Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, rangkaian letusan terjadi sejak dini hari hingga pagi hari dengan rincian  pukul 00.51 WIB letusan perdana dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak (± 4.676 mdpl). Abu berwarna putih hingga kelabu tertiup ke arah utara.

Berikutnya pukul 05.11 WIB erupsi kedua dengan tinggi kolom 800 meter yang mengarah ke timur laut.

Baca Juga: Status Semeru Awas, Basarnas Pastikan Puluhan Pendaki di Ranu Kumbolo dalam Kondisi Aman

Pukul 05.28 WIB erupsi ketiga dengan ketinggian kolom abu 700 meter yang kembali bergerak ke sisi utara. Pukul 06.56 WIB letusan keempat tercatat dengan kolom abu setinggi 800 meter berintensitas tebal menuju timur laut.

Secara teknis, salah satu erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 22 mm dan durasi getaran selama 120 detik.

Saat ini, Gunung Semeru masih ditetapkan pada Status Level III (Siaga). Menanggapi kondisi ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah instruksi keamanan bagi warga setempat.

Sektor tenggara (Besuk Kobokan) dilarang total aktivitas di sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 km dari pusat erupsi.

Baca Juga: Bandara Ngurah Rai Bali Terkena Dampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, 90 Penerbangan Dibatalkan

Sempadan Sungai masyarakat dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepian sungai di sepanjang Besuk Kobokan guna menghindari risiko perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa mencapai jarak 17 kilometer.

Warga juga dilarang berada dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif karena ancaman bahaya lontaran material batu pijar.

Di samping itu, warga diminta tetap waspada terhadap potensi awan panas guguran, lava, dan aliran lahar di sepanjang lembah yang berhulu di puncak Semeru, khususnya pada jalur Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

PVMBG juga mengingatkan bahwa potensi aliran lahar tidak hanya terjadi pada sungai besar, tetapi juga pada anak-anak sungai kecil di sekitarnya, terutama jika terjadi hujan lebat di wilayah puncak.(*)

Editor : Almasrifah
#aktivitas vulkanik #erupsi #malang #lumajang #gunung semeru