Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Gandeng Karang Taruna, Bulog Bentuk Tim Penjemput Gabah untuk Amankan Stok Beras 2026

Ari Arief • Minggu, 4 Januari 2026 | 18:30 WIB

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani.

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Perusahaan Umum (Perum) Badan Usaha Logistik (Bulog) melakukan terobosan baru dalam memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dengan melibatkan generasi muda yang tergabung dalam Karang Taruna.

Melalui pembentukan "Tim Penjemput Gabah", Bulog berupaya mengoptimalkan penyerapan hasil panen langsung dari tangan petani.

Strategi yang diinisiasi oleh Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, ini bertujuan untuk menyambut musim panen raya di awal 2026.

Fokus utama tim ini adalah memastikan kualitas gabah yang dibeli pemerintah tetap terjaga serta memantau agar proses panen dilakukan pada waktu yang tepat.

Baca Juga: Bulog Segera Bangun Kantor Cabang di Kubar, Panen Petani Padi Dijamin Terserap

Tim ini merupakan kolaborasi lintas sektoral yang mempertemukan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), aparat Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta pemuda Karang Taruna setempat.

Sinergi ini diharapkan mampu memutus rantai permainan tengkulak yang sering merugikan petani.

Selain menjaga stabilitas pangan, keterlibatan pemuda desa memberikan dampak ekonomi positif, seperti menciptakan okupasi musiman bagi pemuda di wilayah pedesaan saat musim panen, memberikan insentif ekonomi yang diharapkan mampu mengurangi minat pemuda untuk melakukan urbanisasi ke kota, dan mengajak generasi milenial dan Gen Z untuk terjun langsung menjaga ketahanan pangan nasional.

Baca Juga: Trump Klaim Penegakan Hukum, Tapi Bicara Ambil Alih Venezuela, Apa Maksudnya?

Ahmad Rizal menjelaskan bahwa sistem kerja sama ini sedang difinalisasi agar dapat segera diterapkan secara efektif di lapangan.

Langkah inovatif ini mendapat apresiasi dari Komisi IV DPR RI. Anggota komisi, Saadiah Uluputty, menilai pendekatan melalui organisasi kepemudaan sangat cerdas karena pemuda memiliki kedekatan emosional dan sosial yang kuat dengan masyarakat desa.

Hal ini diprediksi akan membuat proses penyerapan gabah menjadi lebih lancar dan kondusif.

Guna mengimbangi masifnya penyerapan gabah di tahun 2026, Bulog juga tengah memperluas infrastruktur logistiknya.

Baca Juga: Kenapa Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Amerika Serikat? Ini Profilnya

Rencana pembangunan gudang penyimpanan baru dengan kapasitas total dua juta ton sedang disiapkan.

Fokus utama ke depan adalah memastikan petani terlindungi dari harga rendah dan pemerintah mendapatkan pasokan gabah dengan standar mutu terbaik.(*)

Editor : Dwi Puspitarini
#karang taruna #Perum #cadangan beras #bulog