Pria tersebut adalah Holis Muhlisin, pedagang telur keliling yang aktif mengunggah kondisi jalan desa melalui akun Facebook pribadinya.
Konten-konten itu menyoroti jalan berlubang dan rusak yang ia lalui setiap hari saat bekerja. Unggahan tersebut rupanya memicu kemarahan keluarga kepala desa.
Peristiwa sebenarnya terjadi pada 27 Oktober 2025, namun baru diunggah Holis pada akhir Desember setelah laporan hukum yang ia hadapi tak kunjung jelas. Ia mengaku diajak bertemu untuk mengklarifikasi komentar akun palsu, tetapi justru dibawa ke rumah kades dan dikepung sejumlah orang.
Holis menyebut menerima kekerasan fisik, mulai dari tamparan, pukulan di punggung dan tangan, hingga cekikan di leher. Para pelaku diduga merupakan istri, anak, menantu, dan kerabat kepala desa.
Menurut Holis, tindakannya semata bertujuan mendorong perbaikan infrastruktur desa, bukan menyerang pribadi siapa pun.
Pemerintah kecamatan menyatakan tengah mengumpulkan data untuk memastikan duduk perkara secara utuh.
Sementara itu, Wakil Bupati Garut Putri Karlina meminta Inspektorat Kabupaten melakukan audit terhadap Pemerintah Desa Panggalih menyusul mencuatnya kasus ini.
Editor : Uways Alqadrie