Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan delapan desa berada di wilayah Sumatera Utara, sementara sisanya tersebar di beberapa kabupaten di Aceh.
Data tersebut merupakan hasil konsolidasi terbaru pemerintah pusat bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah daerah.
“Angka ini masih bersifat sementara dan akan terus diverifikasi di lapangan,” kata Tito dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026.
Tito mengoreksi data sebelumnya yang menyebutkan jumlah desa hilang sebanyak 22. Setelah dilakukan pembaruan laporan dari daerah, jumlahnya bertambah menjadi 25 desa. Menurut dia, perubahan data kerap terjadi dalam fase tanggap darurat karena akses ke lokasi bencana belum sepenuhnya pulih.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah memastikan tidak ada desa di wilayahnya yang dinyatakan hilang. Meski demikian, sempat terjadi isolasi di satu kawasan akibat jalur akses tertutup material longsor.
Pemerintah pusat terus memfokuskan upaya pada pendataan korban, pemulihan akses logistik, serta penyiapan hunian sementara bagi warga terdampak.
Sejumlah kementerian dan lembaga juga dilibatkan untuk mempercepat proses rehabilitasi pascabencana di wilayah Sumatera.
Editor : Uways Alqadrie