Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Salip Rekor McDonald's, Presiden Prabowo Pamer Kekuatan Dapur MBG di Forum Davos

Ari Arief • Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:30 WIB

MBG: Saat berbicara di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Presiden Prabowo Subianto membanggakan program MBG.
MBG: Saat berbicara di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Presiden Prabowo Subianto membanggakan program MBG.

KALTIMPOST.ID, JAKARTA-Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai model kebijakan sosial berdampak luas saat berpidato di World Economic Forum (WEF), Swiss, Kamis (22/1).

Di hadapan tokoh-tokoh dunia, Presiden menegaskan bahwa program ini merupakan strategi pusat dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Dalam paparannya, Presiden menjelaskan bahwa lompatan besar telah terjadi dalam setahun terakhir. Dimulai dengan 190 dapur pada 6 Januari 2025, saat ini pemerintah telah mengoperasikan 21.102 dapur di seluruh tanah air.

Baca Juga: Badan Gizi Nasional Konsolidasi Data MBG: Sasaran Penerima Manfaat Tak Hanya Siswa

Infrastruktur ini memungkinkan penyajian 59,8 juta porsi makanan setiap hari bagi anak-anak, ibu hamil, menyusui, serta kaum lansia.

"Dalam waktu dekat, kapasitas kami akan menembus 68 juta porsi sehari, melampaui volume produksi harian global McDonald’s," ujar Presiden.

Ia menambahkan bahwa target akhir adalah melayani 82,9 juta penerima manfaat pada penghujung tahun 2026.

Keberlanjutan pendanaan program ambisius ini, menurut Prabowo, bersumber dari efisiensi anggaran negara yang sangat ketat.

Baca Juga: Guru dan Tenaga Kependidikan Bontang Segera Terima MBG

Di awal kepemimpinannya, pemerintah berhasil menghemat dana hingga US$ 80 miliar dengan memangkas berbagai proyek yang dianggap tidak produktif. Anggaran tersebut kemudian dialihkan langsung untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat bawah.

Selain isu nutrisi, program MBG terbukti menjadi mesin penggerak ekonomi baru. Hingga saat ini, lebih dari 61.000 UMKM dan koperasi telah terserap dalam rantai pasok pangan.

Dari sisi lapangan kerja, sebanyak 600.000 orang telah direkrut melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan proyeksi serapan tenaga kerja mencapai 1,5 juta orang pada masa puncak program nanti.(*)

Editor : Almasrifah
#swiss #McDonalds #Mbg #prabowo