Aliran air bercampur lumpur, batu, dan kayu merusak ratusan rumah warga serta memaksa ratusan orang meninggalkan tempat tinggal mereka.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga mencatat sekitar 500 warga dari sejumlah desa terdampak kini mengungsi ke masjid, rumah kerabat, hingga bangunan umum. Satu dusun dilaporkan terisolasi akibat rusaknya jembatan dan tertutupnya akses jalan.
Kerusakan terparah terjadi di Desa Serang. Di Dusun Kaliurip, puluhan rumah tertimbun material banjir dengan ketebalan lumpur mencapai satu meter. Beberapa bangunan dilaporkan rata dengan tanah setelah diterjang arus deras Sungai Soso yang meluap secara tiba-tiba.
Bencana ini juga menelan korban jiwa. Satu warga dilaporkan meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka berat.
Sementara itu, Dusun Gunung Malang masih terputus dari akses utama karena dua jembatan ambruk dan jaringan listrik padam. Sejumlah warga terpaksa berjalan kaki menembus jalur darurat untuk mengungsi.
Di Desa Kutabawa dan Desa Sangkanayu, puluhan rumah mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi. Sejumlah rumah hanyut, lahan pertanian rusak, dan ternak warga hilang terbawa arus.
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengatakan penanganan dilakukan secara bertahap mengingat luasnya wilayah terdampak dan keterbatasan alat berat.
Pemerintah daerah bersama relawan memprioritaskan evakuasi warga, pembukaan akses jalan, serta distribusi air bersih dan bahan pangan.
BPBD juga mengidentifikasi beberapa titik longsor di lereng Gunung Slamet yang diduga menjadi sumber material banjir bandang. Pemerintah daerah meminta dukungan pemerintah provinsi dan pusat untuk mempercepat penanganan dan pemulihan pascabencana.
Editor : Uways Alqadrie