KALTIMPOST.ID, Pemerintah memastikan penyaluran bansos (bantuan sosial) senilai Rp 17,5 triliun cair mulai Februari hingga menjelang Lebaran 2026.
Dana besar ini dikucurkan melalui Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai stimulus ekonomi bagi keluarga prasejahtera pada kuartal I tahun ini.
Penyaluran bansos tahap pertama ini mencakup periode Januari, Februari, dan Maret. Fokus utamanya adalah masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 4 dalam data kemiskinan.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, menjelaskan bahwa ada dua jenis bantuan utama yang menjadi prioritas pemerintah saat ini. Keduanya adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sembako.
"Fokus kita nanti adalah bantuan pada desil 1 dan 2. Jika alokasi anggarannya masih ada, akan kita tingkatkan sampai desil 3 dan 4," ujar Gus Ipul dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).
Daftar Bansos yang Cair
Berdasarkan data Kemensos, total anggaran bansos tahun ini mencapai sekitar Rp 20 triliun, dengan rincian sebagai berikut:
- PKH dan Sembako: Menyasar 18 juta keluarga dengan anggaran Rp 17,5 triliun.
- Bansos Adaptif (Kebencanaan): Dialokasikan Rp 2,3 triliun untuk wilayah terdampak bencana, seperti di Sumatera.
- Bansos Atensi: Bantuan rehabilitasi sosial untuk kelompok rentan lainnya.
Gus Ipul memastikan proses pencairan akan terus berjalan hingga hari raya tiba. "Sisanya akan menyusul untuk Januari, Februari, dan Maret. Artinya, insyaallah sampai Lebaran," tambahnya.
Penyaluran Berlanjut hingga Kuartal II
Setelah tahap Januari–Maret, penyaluran bantuan akan berlanjut pada April–Juni 2026.
Pemerintah juga membuka partisipasi masyarakat untuk memperbarui data melalui RT/RW, pemerintah daerah, hingga layanan pengaduan resmi.
Imbauan untuk Penerima
Pemerintah mengingatkan penerima bansos Februari 2026 agar:
- Segera cek saldo KKS secara berkala.
- Cairkan bantuan sebelum 30 hari.
- Pastikan data keluarga selalu diperbarui.
- Laporkan ketidaksesuaian ke pendamping sosial atau dinas setempat.
Langkah ini penting agar bantuan tidak dihentikan akibat data yang tidak sinkron.
- membayar utang pribadi,
- membeli barang konsumtif berlebihan,
- rokok, minuman keras, narkotika,
- aktivitas yang tidak produktif.
Dinas sosial daerah diminta memastikan bantuan dipakai sesuai tujuan program.
Kenapa Status Bisa Berubah Jadi “Tidak Layak”?
Sejumlah warga melaporkan status mereka berubah menjadi “Tidak Layak” di aplikasi Cek Bansos. Perubahan ini terjadi karena evaluasi berbasis desil kesejahteraan.
- Desil 1–4: kelompok prioritas, namun tetap bisa dicoret jika data tidak valid.
- Desil 5–10: dianggap sudah mampu sehingga subsidi dihentikan.
Pemerintah juga mengevaluasi keluarga yang menerima bantuan lebih dari lima tahun sebagai bagian dari program graduasi atau kemandirian ekonomi.
Penyaluran Lewat Bank dan Kantor Pos
Distribusi bansos Februari 2026 dilakukan melalui sejumlah bank Himbara serta PT Pos Indonesia.
Beberapa bank penyalur yang mulai mencairkan dana:
- BSI lebih dulu menyalurkan di wilayah Aceh sejak 6 Februari 2026.
- BRI menyusul pencairan pada malam hari di berbagai daerah.
- Mandiri menunjukkan penambahan saldo melalui Livin’.
- Bank BNI: Sedang dalam proses antrean sistem, KPM diminta mengecek secara berkala sejak 7 Februari 2026.***
Editor : Dwi Puspitarini