Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Demo di Polda DIY Ricuh: Pagar Roboh dan Hampir Menimpa ke Personel Polisi

Thomas Dwi Priyandoko • Rabu, 25 Februari 2026 | 07:59 WIB

Anggota polisi tertimpa pagar yang dilayangkan massa pendemo di depan Mapolda DIY. (Foto: Kolase Media Sosial)
Anggota polisi tertimpa pagar yang dilayangkan massa pendemo di depan Mapolda DIY. (Foto: Kolase Media Sosial)

KALTIMPOST.ID, JOGJA – Ratusan massa menggelar aksi di depan Markas Polda DIY pada Selasa (24/2/2026) petang.

Aksi yang dipicu kemarahan atas kasus tewasnya remaja 14 tahun di Maluku itu berujung ricuh dengan pagar roboh dan tembok penuh coretan.

Massa datang berjalan kaki dari arah timur dan tiba di lokasi sekitar pukul 18.00 WIB. Tanpa orasi, suasana awalnya berlangsung tenang.

Namun tak lama kemudian, sejumlah peserta aksi mulai mencorat-coret tembok bagian depan markas polisi. Di sisi timur, pagar besi juga dilaporkan mengalami kerusakan hingga roboh.

Salah satu video viral menampilkan sebuah pagar diangkat oleh massa, kemudian diarahkan kepada polisi yang tengah berjaga. Pagar tersebut kemudian hampir menimpa personel polisi yang berjaga.

Meski begitu, terlihat dua personel polisi tersebut sempat roboh akibat terkena pagar tersebut.

Sementaraitu, salah satu peserta aksi berinisial UDE seperti dilansir Radar Jogja menyebut aksi tersebut merupakan luapan emosi masyarakat atas kematian seorang anak di bawah umur yang diduga akibat kekerasan oleh aparat.

Baca Juga: Bahaya Doomscrolling Pagi Hari terhadap Kesehatan Jantung dan Mental

Ia menuturkan, peristiwa yang menewaskan remaja tersebut memicu kemarahan publik, termasuk di Yogyakarta. Menurutnya, kejadian itu membuat sebagian masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap upaya reformasi di tubuh kepolisian.

Aksi yang berlangsung disebut tidak memiliki tuntutan resmi maupun susunan acara seperti demonstrasi pada umumnya. Massa yang hadir berasal dari berbagai elemen, mulai dari masyarakat umum hingga mahasiswa dari sejumlah kampus di Yogyakarta.

UDE juga mengatakan aksi berlangsung secara spontan dan mengalir tanpa koordinasi terstruktur. Coretan di tembok serta kerusakan pagar disebut sebagai bentuk ekspresi kekecewaan massa.

Baca Juga: Masa Inkubasi Hingga 45 Hari, Panduan Lengkap Menghadapi Ancaman Virus Nipah

Hingga malam hari, aksi masih terus berlangsung di sekitar lokasi. Arus lalu lintas di sebagian Jalan Ringroad Selatan, khususnya jalur utara yang mengarah ke timur, sempat ditutup untuk mengantisipasi dampak kerumunan.

Situasi di sekitar Yogyakarta terpantau dijaga aparat keamanan guna mencegah eskalasi lebih lanjut.



Editor : Thomas Priyandoko
#Demo Polda DIY #jogja #rusuh #polda maluku