Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tagih Janji Pembangunan Dayak Center di IKN, Panglima Jilah Sambangi Jokowi di Solo

Ari Arief • Kamis, 5 Maret 2026 | 15:50 WIB

 

Ilustrasi pertemuan di Solo.
Ilustrasi pertemuan di Solo.

KALTIMPOST.ID,SOLO-Komitmen pembangunan fasilitas kebudayaan di Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi sorotan. Panglima Jilah, sosok sentral sekaligus pemimpin Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), bertolak ke kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) di Kelurahan Sumber, Banjarsari, Kota Surakarta, Kamis (5/3/2026).

Kedatangan tokoh besar masyarakat Dayak asal Kalimantan Barat ini membawa misi khusus, menagih janji terkait pembangunan Dayak Center di kawasan IKN. Proyek ini merupakan janji yang disampaikan Jokowi saat masih menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia.

"Kedatangan kami untuk menanyakan progres pembangunan Dayak Center di IKN. Kami warga Dayak sudah lama menantikan bangunan tersebut berdiri di sana," kata Panglima Jilah kepada wartawan usai pertemuan tertutup tersebut

Baca Juga: Menko Polkam Tinjau Kesiapan Sistem Pertahanan dan Keamanan Siber di IKN

Menurut pria bernama asli Agustinus Jilah ini, respon dari mantan Presiden Jokowi sangat positif. Ia menyebutkan bahwa proses teknis pembangunan diharapkan bisa dimulai paling lambat tahun depan, atau bahkan diupayakan mulai tahun ini.

Bukan Sekadar Simbol Budaya

Bagi masyarakat Dayak, keberadaan Dayak Center di IKN bukan sekadar bangunan fisik. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi episentrum pelestarian tradisi sekaligus motor penggerak ekonomi kerakyatan.

"Di sana nanti akan ada galeri UMKM untuk meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Selain itu, tradisi, seni, hingga tarian-tarian Dayak akan rutin ditampilkan. Ini akan sangat menunjang ekonomi warga," jelas Panglima Jilah dengan optimistis.

Baca Juga: Perangi Narkoba, Polres PPU Musnahkan 36 Gram Sabu Hasil Tangkapan

Senada dengan itu, Koordinator Rombongan asal Kalimantan Timur, Susilo, menegaskan bahwa Panglima Jilah hadir sebagai penyambung lidah masyarakat Dayak di seluruh penjuru Kalimantan. "Beliau menanyakan kembali janji tersebut karena ini adalah amanah masyarakat. Kami optimis pemerintah pusat akan mengakomodir aspirasi ini," tuturnya.

Profil Sang Pangalangok Jilah

Nama Panglima Jilah memang tidak asing di telinga masyarakat Kalimantan. Lahir di Desa Sambora, Mempawah, 19 Agustus 1980, ia merupakan cucu dari panglima terpandang di era kerajaan. Meski kini dikenal sebagai orator ulung yang memimpin sekitar 44.000 personel Pasukan Merah, masa kecilnya penuh liku.

Baca Juga: Tuntut Salam Dayak Diakomodir di IKN, TBBR Layangkan Ultimatum 14 Hari

Panglima Jilah sempat mengalami keterbatasan fisik dan bicara (gagap). Namun, berkat keteguhan hati dan spirit leluhur, ia berhasil bangkit menjadi pemimpin yang disegani. Di bawah komandonya, Pasukan Merah tidak hanya menjadi penjaga adat, tetapi juga benteng keutuhan NKRI.

"Syarat menjadi Pasukan Merah sangat ketat. Tidak boleh radikalis, harus rendah hati, membela yang benar, dan setia pada negara. Jika melanggar, langsung dikeluarkan," ujarnya.

Hadirnya Dayak Center di IKN diharapkan menjadi bukti nyata bahwa pembangunan ibu kota baru tetap mengakar kuat pada identitas dan kearifan lokal Kalimantan.(*)

Editor : Hernawati
#Panglima Jilah #surakarta #Dayak Center #jokowi #tagih janji