KALTIMPOST.ID, Di tengah kabar baik terkait pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pensiunan PNS tahun 2026, PT Taspen mengingatkan para penerima pensiun untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang kerap muncul menjelang masa pencairan dana tersebut.
Momentum pencairan THR sering dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan dengan berbagai cara, misalnya mengaku sebagai petugas dari lembaga tertentu atau menyebarkan informasi palsu terkait pencairan dana.
Komisaris Independen PT Taspen (Persero), Ariawan, yang meninjau langsung proses penyaluran THR Idulfitri 2026 di salah satu mitra bayar, yakni PT Mandiri Taspen Makassar, mengimbau para pensiunan agar selalu waspada.
Menurutnya, banyak pihak memanfaatkan situasi pencairan THR untuk melancarkan aksi penipuan dengan berbagai modus.
“Nasabah perlu mengetahui hal ini karena berbagai modus penipuan sering muncul, terutama saat pencairan THR,” ujarnya di Makassar.
Karena itu, para pensiunan diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya serta selalu melakukan konfirmasi kepada pihak resmi.
Penyaluran THR Hampir Rampung
PT Taspen sendiri telah menyalurkan THR kepada para pensiunan secara luas. Berdasarkan data hingga 6 Maret 2026, sekitar 3,2 juta pensiunan atau sekitar 97 persen penerima telah mendapatkan haknya.
Percepatan proses penyaluran ini juga didukung oleh transformasi digital layanan Taspen yang mampu memangkas waktu administrasi dari sebelumnya tiga hari menjadi hanya satu hari.
Komisaris Utama Taspen, Fary Francis, yang juga menjabat sebagai Deputi Badan Pengusahaan (BP) Batam, turut melakukan peninjauan langsung ke Kantor Cabang Taspen Medan serta Kantor Pos Medan sebagai mitra pembayaran.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo agar pencairan THR tidak mengalami keterlambatan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah menaruh perhatian serius pada kelancaran pembayaran THR karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat menjelang hari raya.
Waspadai Modus Penipuan
Founder sekaligus Group CEO VIDA, Niki Luhur, mengungkapkan bahwa ada beberapa modus penipuan yang kerap muncul menjelang momen pencairan THR.
1. Phishing atau Smishing
Modus ini dilakukan dengan cara mengirimkan pesan berisi tautan yang meminta korban memasukkan data pribadi seperti username, password, hingga kode OTP melalui SMS.
Biasanya pelaku menyamar sebagai instansi resmi, layanan logistik, atau menawarkan promo Ramadan palsu. Bahkan, beberapa pelaku memanfaatkan teknologi fake BTS sehingga pesan tampak berasal dari institusi terpercaya.
Dengan cara ini, pesan palsu bisa terkirim secara massal dan terlihat meyakinkan bagi penerimanya.
Baca Juga: Setelah THR, Gaji ke-13 PPPK 2026 Siap Cair, Ini Jadwal yang Dibocorkan Pemerintah
2. Malware
Penipuan ini dilakukan dengan cara mengirimkan file aplikasi berbahaya dalam format APK.
Pelaku biasanya menyamarkan file tersebut sebagai dokumen penting, misalnya status pengiriman paket, undangan pernikahan, atau dokumen lainnya yang terlihat relevan bagi korban.
Jika korban mengunduh dan memasang aplikasi tersebut, pelaku dapat mengakses perangkat dari jarak jauh, termasuk mengambil data penting seperti password dan informasi sensitif lainnya.
Kedua metode ini memiliki tujuan yang sama, yakni memperoleh akses terhadap data pribadi pengguna.
Karena itu, para pensiunan diimbau untuk selalu menjaga keamanan perangkat serta melindungi data pribadi dan identitas biometrik.
Segera Laporkan Jika Menemukan Hal Mencurigakan
Ariawan menegaskan bahwa apabila para nasabah menerima informasi yang mencurigakan, sebaiknya segera melakukan konfirmasi kepada pihak resmi atau mitra bayar Taspen.
Dengan cara tersebut, kebenaran informasi dapat dipastikan sehingga para pensiunan tidak menjadi korban penipuan.
Ia berharap proses penyaluran THR tahun ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi para pensiunan dalam memenuhi kebutuhan menjelang perayaan Idulfitri bersama keluarga.
Penyaluran Melalui Puluhan Mitra Bayar
PT Taspen telah mulai menyalurkan THR 2026 kepada sebanyak 3.234.556 penerima pensiun sejak Kamis (5/3). Penyaluran dilakukan secara serentak melalui sistem pembayaran pensiun yang terintegrasi dengan 45 mitra bayar di seluruh Indonesia.
Corporate Secretary Taspen, Henra, menyampaikan bahwa pemberian THR tidak hanya merupakan kewajiban pemerintah, tetapi juga bentuk penghargaan kepada para pensiunan atas pengabdian mereka kepada negara.
Ia menambahkan, Taspen telah mengoptimalkan seluruh sistem serta proses administrasi agar penyaluran dana dapat berjalan lancar sesuai prinsip pelayanan 5T.
Taspen juga mengingatkan seluruh penerima pensiun untuk selalu waspada terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan Taspen, terutama terkait informasi pencairan THR 2026.
Informasi resmi hanya disampaikan melalui situs resmi Taspen, akun media sosial resmi perusahaan, kantor cabang Taspen terdekat, serta layanan call center Taspen di nomor 1500919.
Editor : Ilmidza