Peristiwa ini terungkap setelah sang ibu menyampaikan langsung keluhannya kepada Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos.
Ia mengaku anaknya kerap menjadi sasaran ejekan teman sebaya lantaran gemar menggunakan bahasa Inggris dalam keseharian, termasuk saat berinteraksi dengan wisatawan asing dan membuat konten media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Sherly tidak tinggal diam. Ia mengundang bocah bernama Altaf itu ke kediamannya untuk bertemu langsung dan memberikan dukungan moral.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, Altaf tampak percaya diri berbincang menggunakan bahasa Inggris dengan sang gubernur. Ia menceritakan alasannya menyukai bahasa internasional tersebut, yakni untuk berkomunikasi dengan turis yang datang ke Ternate.
Tak hanya itu, Altaf juga mengungkapkan cita-citanya untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri, tepatnya di Spanyol. Selain belajar, ia ingin menyaksikan langsung atmosfer sepak bola di negara tersebut.
Suasana pertemuan sempat mencair dengan percakapan santai dan canda ringan. Namun, pembicaraan berubah serius saat Sherly menyinggung soal perundungan yang dialami Altaf.
Dengan jujur, Altaf mengaku sering diejek dan dianggap “sok” oleh teman-temannya karena berbicara dalam bahasa Inggris. Mendengar hal itu, Sherly memberi pesan tegas agar Altaf tidak terpengaruh oleh komentar negatif.
Ia mendorong Altaf untuk tetap percaya diri dan terus mengembangkan kemampuannya, karena kemampuan berbahasa asing merupakan nilai tambah di era global.
Editor : Uways Alqadrie