KALTIMPOST.ID, Pemerintah memastikan kebijakan work from home (WFH) sebagai langkah penghematan energi akan segera diberlakukan dalam waktu dekat. Kepastian tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Airlangga menegaskan, aturan terkait WFH saat ini tengah difinalisasi dan ditargetkan rampung pada bulan Maret 2026. Dengan begitu, kebijakan ini dapat segera diterapkan, terutama setelah momentum Hari Raya Idulfitri.
“Kita sedang siapkan, bulan ini diputuskan,” ujarnya.
Kebijakan WFH ini disiapkan sebagai respons pemerintah terhadap meningkatnya harga energi global, khususnya minyak dunia. Dengan mengurangi mobilitas masyarakat, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) diharapkan dapat ditekan secara signifikan.
Rencananya, skema WFH akan diterapkan secara terbatas, yakni satu hari dalam sepekan. Kebijakan ini lebih difokuskan kepada aparatur sipil negara (ASN), sementara sektor swasta bersifat imbauan menyesuaikan kebutuhan masing-masing perusahaan.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan WFH 1 Hari per Minggu, Tunggu Restu Presiden Prabowo
Meski demikian, tidak semua sektor akan menerapkan kebijakan ini. Pekerjaan yang berkaitan dengan pelayanan publik dan sektor strategis tetap diwajibkan bekerja secara normal dari kantor.
Pemerintah optimistis penerapan WFH tidak akan mengganggu produktivitas kerja. Sebaliknya, kebijakan ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi sekaligus menjadi solusi dalam menekan konsumsi energi nasional.
Selain itu, langkah ini juga diharapkan menjadi strategi jangka pendek yang efektif di tengah ketidakpastian kondisi energi global.
Dengan rencana implementasi pasca Lebaran, masyarakat dan instansi diharapkan dapat mulai bersiap menyesuaikan pola kerja baru tersebut.
Editor : Ilmidza