KALTIMPOST.ID, Publik dikejutkan dengan munculnya ribuan unit motor listrik Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah siap beroperasi.
Namun, kabar ini justru memicu tanda tanya besar di lingkup pemerintahan, terutama di Kementerian Keuangan.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengaku kaget saat mendengar informasi mengenai pengadaan puluhan ribu unit kendaraan berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut.
Baca Juga: Prediksi Harga Emas Hari Ini, 8 April 2026: Antam, Pegadaian, hingga Perhiasan Kompak Menguat
Ia menyatakan hingga saat ini dirinya belum mendapatkan informasi resmi terkait realisasi pengadaan tersebut.
"Mobil SPPG? Tahun lalu? Sudah beli? Oh nggak (nggak tahu)," ujar Purbaya saat ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Purbaya mengungkapkan bahwa rencana pengadaan kendaraan operasional untuk mendukung program MBG sebenarnya sudah pernah diajukan oleh pihak BGN pada tahun lalu. Namun, saat itu Kementerian Keuangan secara tegas memberikan penolakan.
"Setahu saya tahun lalu pernah diajukan juga untuk motor dan komputer kalau nggak salah ditolak, untuk tahun ini saya nggak tahu, tapi nanti saya cek lagi, harusnya sama treatment-nya," tegas Purbaya menambahkan.
Prioritas Anggaran: Makanan atau Kendaraan?
Purbaya menekankan bahwa fokus utama dari penggunaan anggaran MBG seharusnya menyasar langsung pada penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat, bukan untuk belanja modal seperti kendaraan.
Ia berpendapat para pelaku usaha yang terlibat seharusnya bisa mengelola biaya operasional secara mandiri.
Baca Juga: Skema “Smart Select” untuk CPNS 2026: Peluang Lolos Lebih Besar atau Sekadar Wacana? Ini Faktanya
"Bukan nggak boleh, kita nggak tahu programnya seperti apa, tapi kan harusnya utamanya untuk makanan. Kalau yang pebisnis kan udah untung cukup, mereka cicil dari sana harusnya, tapi saya akan double check lagi. Tahun lalu kita sudah tolak," tuturnya.
Meski demikian, Purbaya berjanji akan menelusuri kembali asal-usul anggaran pengadaan motor listrik tersebut.
"Tapi sekarang saya belum tahu, saya akan cek lagi seperti apa. Ini gosip ya? Saya cek lagi," imbuhnya.
Baca Juga: Orang Tua Wajib Tahu! Ini Beda Biaya Kuliah Jalur Masuk PTN: SNBP, SNBT, dan Mandiri Ternyata Begini
Penjelasan Versi Badan Gizi Nasional (BGN)
Di sisi lain, Kepala BGN Dadan Hindayana memberikan klarifikasi berbeda. Menurutnya, pengadaan kendaraan tersebut sudah sesuai prosedur dan masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2025.
Berikut adalah poin-poin penjelasan dari Kepala BGN terkait motor listrik Makan Bergizi Gratis:
- Tujuan Pengadaan: Menunjang operasional Program MBG, khususnya untuk mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
- Dasar Hukum: Dadan menyebut pengadaan ini telah masuk dalam rencana anggaran tahun 2025.
- Klarifikasi Jumlah: Membantah isu liar yang menyebut jumlah motor mencapai 70.000 unit.
Baca Juga: Lolos PTN 2026 Bukan Cuma Soal Belajar, Ternyata Ini Rahasia Jalur Langit UTBK SNBT!
"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG," jelas Dadan dalam keterangan tertulisnya.
Dadan juga merinci jumlah unit yang benar-benar dipesan oleh pihaknya agar tidak terjadi simpang siur informasi di masyarakat.
"Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025," pungkas Dadan Hindayana.***
Editor : Dwi Puspitarini