Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Strategi Lolos SNBT 2026: Ini Jurusan Unair dengan Keketatan Rendah dan Minim Pesaing

Uways Alqadrie • Senin, 13 April 2026 | 19:47 WIB
Foto istimewa
Foto istimewa

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Calon peserta Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 disarankan mulai menyusun strategi sejak dini untuk meningkatkan peluang lolos ke perguruan tinggi negeri.

Salah satu acuan penting adalah tingkat keketatan program studi pada seleksi tahun sebelumnya, termasuk di Universitas Airlangga. Data resmi PPMB Unair menunjukkan bahwa persentase keketatan dapat menjadi indikator dalam membaca peluang masuk.

Baca Juga: Cemari Lingkungan, 18 Dapur Makan Bergizi Gratis di Balikpapan Disuspensi Akibat Masalah IPAL

Semakin tinggi persentase keketatan, persaingan cenderung lebih longgar sehingga peluang diterima juga semakin besar.

Pada rumpun saintek jenjang sarjana, sejumlah program studi tercatat memiliki peluang relatif terbuka.

Di antaranya Akuakultur (FIKKIA Banyuwangi) dengan keketatan 33,04 persen, Fisika 22,38 persen, Teknologi Hasil Perikanan 21,13 persen, serta Akuakultur 20,44 persen. Selain itu, Matematika berada di angka 18,26 persen, diikuti Biologi 14,07 persen dan Kimia 12,33 persen.

Sementara itu, di rumpun sosial dan humaniora (soshum), beberapa program studi juga menawarkan peluang lebih besar karena jumlah peminatnya tidak sebanyak jurusan populer.

Ilmu Sejarah memiliki keketatan 16,10 persen, Bahasa dan Sastra Indonesia 12,31 persen, Ekonomi Islam 11,54 persen, Bahasa dan Sastra Inggris 11,00 persen, serta Bahasa dan Sastra Jepang 10,10 persen.

Jurusan-jurusan tersebut relatif tidak seketat program studi favorit seperti Psikologi dan Ilmu Komunikasi yang selama ini menjadi incaran banyak pendaftar.

Peluang juga terbuka lebar di jalur vokasi. Pada jenjang sarjana terapan (D4), beberapa program studi memiliki tingkat keketatan rendah, seperti Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol 9,31 persen, Teknologi Veteriner 6,91 persen, Pengobatan Tradisional 6,21 persen, serta Manajemen Perhotelan 4,54 persen.

Baca Juga: 7 Alasan Donald Trump Bisa Dimakzulkan: Dari Skandal hingga Ancaman Global

Adapun pada jenjang Diploma III (D3), tingkat persaingan cenderung jauh lebih longgar. Akuntansi mencatat keketatan 1,70 persen, Perpajakan 1,69 persen, Bahasa Inggris 1,57 persen, Manajemen Pemasaran 1,44 persen, dan Keperawatan 1,15 persen.

Rendahnya tingkat keketatan di jalur vokasi ini menjadi alternatif realistis bagi calon mahasiswa untuk memperbesar peluang lolos. Selain itu, lulusan vokasi dinilai lebih siap kerja karena kurikulumnya berbasis praktik.

Daftar Jurusan dengan Peluang Besar di SNBT 2026

Rumpun Saintek (S1):

Akuakultur (FIKKIA Banyuwangi) — 33,04%

Fisika — 22,38%

Teknologi Hasil Perikanan — 21,13%

Akuakultur — 20,44%

Matematika — 18,26%

Biologi — 14,07%

Kimia — 12,33%

Baca Juga: Rincian Lengkap UKT ITB 2026 Jalur SNBP dan SNBT, Biaya Kuliah Tertinggi Tembus Rp14,5 Juta

Rumpun Soshum (S1):

Ilmu Sejarah — 16,10%

Bahasa dan Sastra Indonesia — 12,31%

Ekonomi Islam — 11,54%

Bahasa dan Sastra Inggris — 11,00%

Bahasa dan Sastra Jepang — 10,10%

Sarjana Terapan (D4):

Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol — 9,31%

Teknologi Veteriner — 6,91%

Pengobatan Tradisional — 6,21%

Manajemen Perhotelan — 4,54%

Diploma III (D3):

Akuntansi — 1,70%

Baca Juga: Drama 14 Jam! Pembicaraan AS-Iran Berakhir Tanpa Kesepakatan, Selat Hormuz Jadi Rebutan

Perpajakan — 1,69%

Bahasa Inggris — 1,57%

Manajemen Pemasaran — 1,44%

Keperawatan — 1,15%

 

Editor : Uways Alqadrie
#snbt 20026 #fakultas kedokteran Unair #ppmb Unair #universitas airlangga #unair