Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bukan Cuma Pertamina, SPBU Swasta Ikut Naikkan Harga BBM, Mana yang Paling Mahal?

Dwi Puspitarini • Selasa, 5 Mei 2026 | 05:05 WIB
Antrean kendaraan roda empat di sebuah SPBU swasta kawasan Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (31/3/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
Antrean kendaraan roda empat di sebuah SPBU swasta kawasan Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (31/3/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

KALTIMPOST.ID - Harga BBM nonsubsidi kembali mengalami penyesuaian di tengah tren kenaikan harga minyak dunia. Sejumlah produk bahan bakar milik Pertamina maupun SPBU swasta tercatat naik, sementara BBM subsidi tetap ditahan agar tidak membebani masyarakat kecil.

Menurut Anggota Komisi XII DPR RI sekaligus Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, kenaikan harga BBM nonsubsidi merupakan konsekuensi yang wajar karena produk nonsubsidi memang mengikuti mekanisme pasar.

“BBM nonsubsidi harus menyesuaikan dengan kondisi harga di pasaran. Jadi, tidak heran kalau ada kenaikan dari BBM nonsubsidi. Kalau dibiarkan dengan harga lama, tentu akan menjadi beban bagi Pertamina dan juga APBN. Bagi badan usaha swasta, saya rasa mungkin juga sama,” kata Eddy kepada wartawan, Senin (4/5).

Sebagaimana telah diketahui bahwa Pertamina pada pertengahan April 2026 yang sudah menaikkan harga Pertamax Turbo dan Pertamina Dex. Penyesuaian harga juga diikuti beberapa SPBU Swasta, seperti VIVO dan BP Indonesia pada awal Mei 2026 ini.

Baca Juga: Resmi Naik! Cek Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru per 4 Mei 2026, Ada yang Tembus Rp 27 Ribu?

Penyesuaian harga juga dilakukan oleh kompetitor seperti BP Indonesia dan VIVO, khususnya pada jenis bahan bakar diesel berkualitas tinggi yang kini menembus angka di atas Rp 30.000. untuk VIVO Primus Plus (CN 51) harga terbarunya Rp 30.890 per liter naik sebesar Rp 5.430. Sedangkan BP Ultimate Diesel (CN 51) Rp 30.890 per liter juga ikut naik sebesar Rp 5.430.

Awal pekan (4/5), Pertamina baru melakukan penyesuaian kembali untuk harga BBM nonsubsidi dari Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex. Adapun Pertamax dan Pertamax Green masih tetap, bagitu juga dengan BBM Pertalite dan Bio Solar.

Sebagai berikut rincian harga BBM terbaru:

Pertalite (RON 90): Rp10.000/liter (tetap)

Bio Solar (CN 48): Rp6.800/liter (tetap)

Pertamax (RON 92): Rp12.300/liter (tetap)

Pertamax Green (RON 95): Rp12.900/liter (tetap)

Pertamax Turbo (RON 98): Rp19.900/liter (naik Rp500 dari harga 18 April 2026 lalu)

Dexlite (CN 51): Rp26.000/liter (naik Rp2.400 dari harga 18 April 2026 lalu)

Pertamina Dex (CN 53): Rp27.900/liter (naik Rp4.000 dari harga 18 April 2026 lalu)

Eddy, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI, menekankan bahwa kenaikan harga yang terjadi saat ini hanyalah gejala dari masalah yang lebih besar, yaitu ketergantungan pada energi fosil impor. Menurutnya, setiap kali terjadi gejolak politik atau ekonomi di tingkat global, masyarakat Indonesia akan selalu merasakan dampaknya secara langsung.

Baca Juga: Mengenal Bobibos, Inovasi BBM Murah Beroktan Tinggi Solusi Pengganti Bensin Impor

“Bagaimanapun, dengan ketergantungan yang masih tinggi terhadap energi fosil, khususnya yang dipengaruhi oleh pasar global, maka setiap gejolak harga minyak dunia akan selalu berpotensi menekan perekonomian kita,” tegas Eddy.

Sebagai solusi jangka panjang, percepatan transisi ke energi terbarukan seperti panas bumi, tenaga surya, dan bioenergi dianggap sebagai harga mati. Langkah ini bukan sekadar soal menjaga lingkungan yang lebih bersih, tetapi demi kedaulatan ekonomi bangsa.

Eddy meyakini bahwa dengan memaksimalkan sumber daya dalam negeri, Indonesia bisa lebih mandiri dan kuat menghadapi krisis energi di masa depan.

“Saya yakin dan percaya urgensi mewujudkan ketahanan energi sama pentingnya dengan upaya mewujudkan ketahanan nasional. Transisi energi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan,” tambahnya.***

Editor : Dwi Puspitarini
#kenaikan harga bbm #SPBU Swasta #harga bbm #bbm nonsubsidi #pertamina