Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Indonesia Jadi Target Baru Judol Internasional, Polri Ungkap Eksodus Server dari Kamboja dan Myanmar

Uways Alqadrie • Sabtu, 9 Mei 2026 | 16:58 WIB
Sejumlah tersangka yang diamankan dalam penggerebekan markas judi online di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Sabtu (9/5). (Foto ist)
Sejumlah tersangka yang diamankan dalam penggerebekan markas judi online di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Sabtu (9/5). (Foto ist)

KALTIMPOST.ID,JAKARTA - Polri mengungkap adanya pergeseran aktivitas judi online dan penipuan digital lintas negara dari kawasan Indo-China menuju Indonesia.

Fenomena itu terdeteksi setelah aparat mengamankan ratusan warga negara asing dalam penggerebekan markas judi online di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Sabtu (9/5).

Baca Juga: 321 WNA Diamankan dari Gedung Hayam Wuruk, 275 Resmi Jadi Tersangka Judi Online

Sebanyak 321 WNA diamankan dalam operasi tersebut. Mereka diduga terlibat dalam jaringan perjudian online internasional yang menyasar korban lintas negara.

Sekretaris NCB Interpol Divhubinter Polri Brigjen Untung Widyatmoko mengatakan, sebelumnya pusat operasi kejahatan digital seperti scam dan judi online banyak beroperasi di Myanmar, Kamboja, Laos hingga Vietnam.

Namun setelah negara-negara tersebut memperketat penindakan, aktivitas jaringan mulai bergeser ke Indonesia.

“Pola operasi kejahatan siber transnasional mulai berpindah ke Indonesia. Ini sudah kami prediksi sejak sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara melakukan penertiban besar-besaran,” ujarnya.

Menurut dia, jaringan tersebut tidak hanya menjalankan perjudian online, tetapi juga berbagai modus penipuan digital seperti love scam hingga investasi palsu. Sasaran korbannya bukan hanya masyarakat Indonesia, melainkan juga warga negara asing.

Baca Juga: Jadwal Lengkap MotoGP Prancis 2026 Live Trans7 dan VISION+, Sprint Race Digelar Malam Ini

Polri mengaku telah melakukan antisipasi sejak awal dengan memperkuat pengawasan di sejumlah daerah yang diduga menjadi titik operasi baru jaringan tersebut.

Sejumlah pengungkapan sebelumnya dilakukan di Surabaya, Denpasar, Surakarta, Yogyakarta, Batam, Sukabumi hingga Bogor.

Penggerebekan di Hayam Wuruk disebut menjadi salah satu yang terbesar karena aktivitas ilegal itu beroperasi di gedung yang dari luar tampak seperti perkantoran biasa.

“Kalau melihat dari luar, tidak ada yang mencurigakan. Tapi di dalam ternyata digunakan sebagai pusat aktivitas gambling online,” katanya.

Polri juga menggandeng Direktorat Jenderal Imigrasi untuk memperketat pengawasan terhadap warga negara asing yang berasal dari wilayah rawan aktivitas kejahatan siber internasional.

Baca Juga: Mutasi Terbaru TNI AD, AL, AU: Ini Nama-Nama Perwira Tinggi yang Naik Jabatan

Beberapa kawasan yang selama ini dikenal sebagai basis operasi scammer dan judi online, seperti Sihanoukville, Poipet, Mae Sot, Myawaddy hingga Bavet disebut mulai kehilangan aktivitas setelah dilakukan penertiban aparat di negara masing-masing.

Karena itu, aparat Indonesia kini meningkatkan kewaspadaan guna mencegah perpindahan pusat operasi jaringan kejahatan digital tersebut masuk lebih luas ke wilayah Indonesia.

Editor : Uways Alqadrie
#Jalan Hayam Wuruk Jakarta #275 wna tersangka judi online #penggerebekan judi online di Hayam Wuruk #judi online #bareskrim polri