Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Mahasiswi Asal Nunukan Disekap dan Diperkosa di Makassar, Tergiur Loker Palsu di Facebook

Ari Arief • Jumat, 15 Mei 2026 | 15:55 WIB
DISEKAP: Berminat tawaran kerja di facebook, mahasiswi di Makassar asal Nunukan, Kaltara, yang disekap 3 hari dan diperkosa di sebuah kontrakan.(ist)
DISEKAP: Berminat tawaran kerja di facebook, mahasiswi di Makassar asal Nunukan, Kaltara, yang disekap 3 hari dan diperkosa di sebuah kontrakan.(ist)

 


KALTIMPOST.ID,MAKASSAR-Nasib pilu menimpa MA (21), seorang mahasiswi asal Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) yang tengah menempuh pendidikan di Makassar, Sulawesi Selatan. Niat hati ingin mencari penghasilan tambahan untuk biaya kuliah, ia justru menjadi korban penipuan lowongan kerja (loker) yang berujung pada penyekapan dan pemerkosaan.

Peristiwa tragis ini bermula saat korban melihat unggahan di media sosial Facebook yang menawarkan pekerjaan sebagai pengasuh anak (baby sitter). Pelaku berinisial FR (30) menjanjikan gaji sebesar Rp 3 juta per bulan, angka yang cukup menggiurkan bagi seorang mahasiswa yang sedang membutuhkan biaya pendidikan.

"Di Facebook itu pelaku memasang iklan butuh baby sitter. Korban dijanjikan gaji Rp 3 juta," ujar IK, salah seorang warga di lokasi kejadian, dikutip Jumat (15/5).

Tergiur tawaran tersebut, MA kemudian diminta datang ke sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar. Namun, setibanya di lokasi, bukannya mendapat pekerjaan, MA justru disekap oleh pelaku selama tiga hari, terhitung sejak Jumat (8/5) hingga Minggu (10/5). Selama masa penyekapan itulah, korban diduga mengalami tindak kekerasan seksual.

Kasus ini terungkap saat pemilik kontrakan mendatangi rumah tersebut untuk mengecek propertinya karena masa sewa pelaku telah habis. Pemilik rumah terkejut saat melihat sosok perempuan dari balik jendela yang berusaha meminta pertolongan.

"Pas pemilik rumah mau buka pintu, muncul ini perempuan (korban) dari dalam rumah, terlihat dari jendela," imbuh IK. Saat ditemukan, pelaku FR sudah melarikan diri dari lokasi kejadian.

Berdasarkan identitasnya, MA dikonfirmasi merupakan warga asli daerah perbatasan, tepatnya Kabupaten Nunukan, Kaltara. Diduga kuat, korban nekat mengambil pekerjaan tersebut demi meringankan beban biaya kuliahnya di perantauan.

Pihak kepolisian dari Polsek Tamalate membenarkan adanya laporan terkait dugaan penipuan modus lowongan kerja dan kekerasan seksual tersebut. Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Abd Latif, menyatakan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan pengejaran intensif terhadap pelaku.

"Saat ini pelaku masih dalam proses penyelidikan dan pengejaran. Ketika petugas tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi, pelaku sudah melarikan diri dan tidak berada di TKP," tegas Latif.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi warga Kaltara, khususnya para mahasiswa yang merantau, agar lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan di media sosial yang menjanjikan gaji besar dengan proses yang tidak resmi.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#pemerkosaan #Rudapaksa