KALTIMPOST.ID, INTAN JAYA – Insiden ledakan diduga bom udara terjadi di sekitar Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni, Mbamogo, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Minggu (17/5). Peristiwa itu terjadi sesaat setelah umat Katolik selesai mengikuti misa dan mulai meninggalkan area gereja.
Ledakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 12.15 WIT dan memicu kepanikan warga. Sedikitnya empat warga mengalami luka-luka akibat serpihan ledakan yang terjadi di halaman gereja tersebut.
Baca Juga: Yusril Akui RI Kesulitan Bebaskan 5 WNI dan Jurnalis Indonesia yang Ditahan Israel di Gaza
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menegaskan benda yang ditemukan di lokasi bukan granat standar milik TNI. Ia menyebut karakteristik bahan peledak itu berbeda dengan perlengkapan yang biasa digunakan aparat militer Indonesia.
“Kami memastikan TNI bukan pelaku pengeboman tersebut. Ada pihak-pihak tertentu yang mencoba membangun opini dan memprovokasi masyarakat dengan menuding TNI/Polri,” kata Wirya, Senin (18/5).
Menurut dia, hingga kini tim gabungan masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan data di lapangan untuk mengungkap pelaku serta asal bahan peledak tersebut.
TNI juga membantah menggunakan drone bersenjata untuk menyerang warga sipil, terlebih di kawasan rumah ibadah.
Pasca-kejadian, aparat Koops Habema meningkatkan patroli pengamanan di wilayah Intan Jaya guna mencegah insiden serupa terulang kembali. Koordinasi dengan tokoh gereja dan masyarakat setempat juga terus dilakukan, termasuk untuk penanganan korban luka.
Baca Juga: Iran Janjikan Rp1 Triliun untuk Siapa Pun yang Bisa Membunuh Trump dan Netanyahu
Wirya mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi karena dikhawatirkan dapat memperkeruh situasi keamanan di Papua Tengah.
“TNI tetap mengedepankan pendekatan humanis dan perlindungan terhadap masyarakat Papua,” tegasnya.
Editor : Uways Alqadrie