Kepala BGN Sudaryono Bersih-Bersih, Pecat 261 Pegawai Non ASN

Hernawati • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 16:47 WIB
Sudaryono, kepala BGN.
Sudaryono, kepala BGN.

KALTIMPOST.ID, Sudaryono, kepala Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan tindakan “bersih-bersih” di internal lembaganya.

Sudaryono memecat 261 pegawai non-ASN di BGN. Dia mengatakan pemberhentian dilakukan karena 261 orang itu melakukan pelanggaran.

Hal tersebut ia sampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Kantor BGN, Jakarta Pusat pada Senin, 27 Juli 2026.
“Per hari ini tanggal 27 Juli 2026, kami mencoba untuk bersih-bersih. Kami mencoba untuk kemudian yang melanggar kami berikan sanksi. Hari ini kami umumkan telah memberhentikan 261 pegawai non-ASN," kata Sudaryono.

Eks Wamentan tersebut mengatakan, pegawai yang diberhentikan terdiri dari 224 pegawai non-ASN dan 37 tenaga ahli.

Kata Sudaryono, mayoritas dari mereka diberhentikan karena dugaan pelanggaran disiplin dan aturan lainnya.

“Pegawai non-ASN ini diberhentikan, salah satu dan paling besar adalah karena adanya diduga adanya pelanggaran tidak disiplin dan lain-lain,” ujarnya.

Sudaryono bertutur tengah memproses sanksi terhadap ASN dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di BGN yang melakukan pelanggaran berat.

Dia mengaku ada 39 pegawai yang diberi sanksi karena melakukan pelanggaran disiplin ringan.

“Selanjutnya kami telah memproses ada temuan sembilan melakukan pelanggaran berat atau disiplin berat, ini adalah ASN dan PPPK, dan besar kemungkinan yang bersangkutan akan kami proses pemecatan,” terangnya.

“Dan ditemukan 39 disiplin ringan yang kemudian akan kami mutasi, kami demosi, dan akan kami berikan sanksi administrasi maupun sanksi peringatan,” sambungnya.

Para pegawai ASN maupun PPPK yang tengah diproses diduga terlibat praktik judi online hingga korupsi. Karena itu, ia memperingatkan agar tidak ada pihak yang bermain-main dengan aturan.

“Hukuman ASN P3K itu ada yang judi online, ada juga yang tidak disiplin, ada juga yang ada indikasi tadi, ngentit-ngentit duit (korupsi) tadi itu. Jangan dipikir ngentit duit sedikit itu kemudian enggak tahu, tahu. Sekarang ini informasi mudah, tinggal kirim WA, kita investigasi, orangnya ngaku, maka mohon maaf. Demi menyelamatkan yang banyak yang baik, maka kita hukum orang-orang yang tidak baik yang mencoreng nama baik orang-orang yang bekerja selama ini dengan baik,” bebernya.

Ia juga menjelaskan tiga fokus utama dirinya. Pertama, pemberantasan korupsi di internal BGN. Kedua, menjamin program makan bergizi gratis berjalan tepat sasaran.

Fokus ketiga ialah transparansi dan pelibatan publik dalam pengawasan program.

Dia mengajak publik mendukung perbaikan tata kelola BGN.

Editor : Hernawati
kepal bgn pegawan non-asn SUDARYONO BGN