KALTIMPOST.ID, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mewanti-wanti masyarakat di sekitar wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau untuk tidak meremehkan sebaran abu vulkanik. Material halus yang membumbung dan terbawa angin tersebut berpotensi menimbulkan dampak serius bagi kesehatan tubuh hingga mencemari pasokan air bersih.
Himbauan yang diunggah melalui kanal resmi Instagram @badan.geologi tersebut menyoroti sifat partikel abu vulkanik yang amat mikro. Karena ukurannya yang sangat kecil, paparan material ini terbilang mudah menyebar di udara dan membahayakan warga yang beraktivitas di ruang terbuka.
Sejumlah ancaman kesehatan yang patut diwaspadai dari sebaran abu vulkanik ini meliputi:
- Gangguan Saluran Pernapasan: Menghirup abu vulkanik secara langsung dapat memicu batuk, tenggorokan gatal, hingga sesak napas. Bagi kelompok rentan, paparan jangka panjang berisiko memperburuk kondisi paru-paru serta memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan bronkitis.
- Iritasi Mata: Partikel tajam yang masuk ke mata berpotensi menyebabkan iritasi, mata berair, meradang, hingga perih. Warga dilarang keras mengucek mata bila kemasukan abu karena dapat menggores kornea.
- Masalah Kulit: Kontak langsung dengan partikel abu kerap memicu kulit kering, gatal-gatal, dan ruam kemerahan, terutama bagi pemiliki kulit sensitif.
- KONTAMINASI Sumber Air: Jatuhan material vulkanik yang menumpuk di area terbuka dapat merusak kualitas air sumur maupun penampungan warga, sehingga tak lagi layak dikonsumsi.
Guna menekan risiko gangguan kesehatan di area terdampak, Badan Geologi merekomendasikan sejumlah langkah perlindungan diri praktis yang bisa diterapkan warga:
- Pakai Masker N95: Masker standar ini dinilai paling efektif menyaring partikel mikron abu vulkanik dibanding masker kain biasa.
- Gunakan Kacamata Pelindung: Melindungi area mata dari paaparan debu saat harus berada di luar rumah.
- Kenakan Pakaian Tertutup: Baju lengan panjang dan celana panjang amat disarankan untuk meminimalkan kontak abu dengan kulit.
- Seka Tubuh & Ganti Baju: Segera mandi dan ganti pakaian begitu selesai beraktivitas dari luar ruangan.
- Sterilisasi Air: Pastikan sumber air minum tertutup rapat. Jangan mengonsumsi air yang terlihat keruh atau berbau sebelum dipastikan keamanannya.
Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi situasi ini. Warga juga diminta bijak menyikapi informasi yang beredar di media sosial dan hanya merujuk pada pembaruan data resmi dari instansi pemerintah terkait keselamatan dan status aktivitas gunung api.
Editor : Ilmidza