KALTIMPOST.ID, Aktivitas pendakian Gunung Semeru hingga kini masih ditutup karena adanya kebakaran hutan dan aktivitas erupsi. Meski begitu, delapan orang tetap nekat memasuki kawasan konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) melalui jalur tidak resmi.
Kedelapan pendaki tersebut berasal dari sejumlah wilayah di Jawa Timur, termasuk Surabaya, Tuban, dan Kediri. Mereka masuk melalui jalur Candi Jawar, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, pada Senin (7/9/2026).
Balai Besar TNBTS membenarkan adanya rombongan yang menerobos kawasan tersebut. Petugas kemudian mengamankan tujuh pendaki dan memulangkan mereka. Sementara satu orang lainnya terpisah dari rombongan hingga dilaporkan tersesat.
Pendaki tersebut diketahui bernama Muhammad Isa Daus Wasa (20), warga Kabupaten Kediri. Ia dilaporkan berada di sekitar kawasan Puncak Limpak setelah tidak lagi bersama tujuh rekannya.
Isa Ditemukan Selamat
Laporan orang hilang tersebut langsung ditindaklanjuti tim SAR gabungan. Pencarian melibatkan Unit Siaga SAR Malang Raya, BPBD Kabupaten Malang, TNBTS, sejumlah relawan, serta warga sekitar.
Setelah melakukan pencarian selama sekitar 6 jam 45 menit, tim akhirnya menemukan Isa dalam kondisi selamat. Ia kemudian diberi waktu untuk beristirahat, makan, dan minum sebelum dievakuasi turun.
Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 14.30 WIB. Medan yang sulit dan minim penerangan membuat tim harus bergerak hati-hati hingga malam.
Tim SAR bersama Isa akhirnya tiba di posko sekitar pukul 19.00 WIB. Setelah itu, Isa menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangan sebelum diserahkan kepada keluarganya.
Sementara itu, tujuh pendaki lainnya masih menjalani pemeriksaan terkait pelanggaran karena memasuki kawasan yang sedang ditutup.
TNBTS Perketat Pengawasan
TNBTS akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, termasuk pihak Kementerian Kehutanan dan kepolisian, untuk menentukan langkah terhadap para pendaki tersebut.
Kasus ini juga membuat pola pengamanan kawasan Semeru dievaluasi. Sebelumnya, penjagaan lebih diperketat pada akhir pekan karena pendakian ilegal dianggap lebih sering terjadi saat weekend.
Namun, delapan pendaki tersebut justru menerobos pada hari kerja. Karena waktu masuk pendaki ilegal tidak dapat diprediksi, TNBTS berencana meningkatkan pengawasan menjadi 24 jam setiap hari.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah masyarakat kembali memasuki kawasan Semeru melalui jalur ilegal selama penutupan pendakian masih berlaku.
Editor : Ilmidza