Bahlil: Ada Pajero dan Truk Tangki Siluman Bikin BBM Subsidi di Makassar Langka

Dwi Puspitarini • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 19:31 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.(lp6)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkap dugaan penggunaan kendaraan bertangki jumbo dalam persoalan BBM subsidi Makassar yang memicu antrean di sejumlah SPBU. (lp6)

KALTIMPOST.ID  - Persoalan BBM subsidi Makassar kembali menjadi perhatian setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap adanya dugaan pembelian Pertalite dalam jumlah besar oleh kendaraan yang telah dimodifikasi.

Temuan tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah di tengah persoalan BBM subsidi Makassar yang memicu antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Pemerintah menduga ada praktik pembelian BBM bersubsidi yang tidak sesuai dengan peruntukannya.

Bahlil mengungkapkan, dalam penelusuran pemerintah ditemukan kendaraan yang menggunakan tangki dengan kapasitas jauh lebih besar daripada ukuran tangki kendaraan pada umumnya. Modifikasi itu diduga memungkinkan kendaraan menampung BBM dalam jumlah sangat banyak.

Baca Juga: Aturan Ganjil Genap BBM Subsidi Mulai Berlaku , Cek Syarat Pelat dan Sisa Bensin

Kendaraan Dimodifikasi dengan Tangki hingga 1 Ton

Persoalan BBM subsidi Makassar bukan hanya berkaitan dengan panjangnya antrean. Bahlil menyebut pemerintah menemukan indikasi kendaraan, mulai dari mobil hingga truk, yang dimodifikasi menggunakan tangki berkapasitas ratusan liter.

Menurut Bahlil, kapasitas tangki pada kendaraan tertentu bahkan dapat mencapai 700 liter hingga 1 ton. Kondisi tersebut memungkinkan satu kendaraan membeli Pertalite dalam jumlah yang sangat besar dalam satu kali pengisian.

"Ada mobil-mobil Pajero, mobil-mobil truk bikin tangki gede besar sampai 700 liter, 1 ton, isi minyak di situ," kata Bahlil di Jakarta, dilansir dari Inews, Senin (14/9/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat menjelaskan persoalan BBM subsidi Makassar yang belakangan menimbulkan antrean panjang di sejumlah SPBU.

Menurut Bahlil, praktik pembelian BBM bersubsidi dalam jumlah besar menjadi salah satu faktor yang memperparah antrean di SPBU Makassar. Kondisi itu berpotensi mengurangi kesempatan masyarakat mendapatkan Pertalite sesuai kebutuhan.

Bahlil menegaskan persoalan BBM subsidi Makassar tidak dapat dilihat hanya dari sisi ketersediaan pasokan. Pemerintah memastikan cadangan BBM nasional masih berada pada tingkat yang mencukupi.

Baca Juga: Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya, Yuk Intip Isi Garasinya

"Cadangan nasional kita 20 hari. Harusnya tidak logis masa terjadi antre," ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah menilai kelangkaan atau antrean di sejumlah SPBU perlu ditelusuri lebih jauh, termasuk kemungkinan adanya pola pembelian BBM subsidi yang tidak semestinya.

Ada Kendaraan yang Kembali Mengantre

Selain penggunaan tangki berkapasitas besar, Bahlil mengungkap dugaan modus lain dalam pembelian BBM subsidi Makassar. Pemerintah menemukan indikasi kendaraan sengaja kembali mengantre meskipun BBM di dalam tangkinya belum benar-benar habis.

Dalam satu kali pengisian, jumlah BBM yang dibeli disebut dapat mencapai 10 liter, 15 liter, hingga 20 liter. Setelah itu, kendaraan kembali melakukan pengisian sehingga frekuensi antrean menjadi lebih tinggi.

Pola tersebut menjadi perhatian karena pembelian BBM subsidi secara berulang dapat memengaruhi ketersediaan Pertalite bagi pengguna lain yang membutuhkan.

Untuk mengatasi persoalan BBM subsidi Makassar, Bahlil meminta adanya kerja sama dengan kepolisian untuk mengawasi pembelian Pertalite. Pengawasan tersebut diperlukan agar BBM bersubsidi tetap diberikan kepada masyarakat yang memang menjadi sasaran program subsidi.

Pemerintah juga akan mengambil langkah cepat untuk mengatasi antrean di SPBU sekaligus memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan.

Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi, terutama melalui kendaraan yang diduga telah dimodifikasi untuk menampung bahan bakar dalam jumlah besar.***

Editor : Dwi Puspitarini
Pertalite Makassar antrean spbu bbm subsidi