KALTIMPOST.ID,JAKARTA–Istana Kepresidenan membantah keras spekulasi yang menyebut kebijakan perombakan kabinet (reshuffle) serta pergantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo oleh Presiden Prabowo Subianto bertujuan untuk menyingkirkan atau "mempreteli" pengaruh mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Bambang Eko Suhariyanto, menegaskan bahwa narasi politik mengenai pelucutan pengaruh tersebut sama sekali tidak berdasar.
Baca Juga: Buntut Putusan MK, Pimpinan DPRD Kota Sukabumi Copot Foto Wapres Gibran
"Enggak ada. Enggak ada isu mempreteli-mempreteli enggak ada," kata Bambang saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/10).
Menurut Bambang, rotasi dan pergantian posisi di lingkungan internal pemerintahan maupun institusi penegak hukum merupakan hal biasa dalam perputaran organisasi guna penyegaran. Ia memastikan seluruh jajaran internal pemerintah tetap solid dan hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Joko Widodo berada dalam kondisi harmonis.
Baca Juga: Haji Isam Naikkan Porsi Akuisisi Saham BYAN Jadi 30,25 Persen
"Kita tetap solid, kok. Tidak ada kaitannya dengan mempreteli. Itu pergantian biasa saja sebenarnya," tuturnya.(*)
Editor : Thomas Priyandoko