KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah menteri, wakil menteri, hingga kepala badan di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (16/10/2026) malam. Pertemuan tertutup tersebut berlangsung selama kurang lebih tiga jam.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait membeberkan sejumlah poin penting yang dibahas bersama Kepala Negara. Salah satu agenda utama yang disoroti yakni refleksi perjalanan pemerintahan Prabowo yang tepat menginjak tahun kedua pada 20 Oktober mendatang.
Baca Juga: Buka 1.230 Lowongan Kerja, Job Fair Sulsel 2026 Hadirkan Wawancara Langsung di Lapangan Hasanuddin
"Tadi kan bersyukur dua tahun kerja dan presiden membangun kebersamaan," kata pria yang akrab disapa Ara tersebut kepada wartawan seusai pertemuan.
Selain evaluasi internal kabinet, Prabowo juga menyinggung dinamika kondisi geopolitik global. Ara menegaskan bahwa Indonesia tetap konsisten menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif serta menjaga relasi harmonis dengan berbagai negara mitra strategis.
Baca Juga: Potensi "Di-Nepalkan", Analis Politik Ingatkan Risiko Gejolak Sosial Jika Wapres Gibran Tak Mundur
"Yang kedua juga dengan Rusia ada hal-hal baik yang sudah dilakukan konkret. Jadi persahabatan dengan pemimpin dunia berjalan dengan baik sesuai politik bebas aktif, semua negara, Rusia, baik Amerika, ke Tiongkok, ke Timur Tengah semua baik," jelasnya.
Di sela pembahasan tersebut, Ara turut menyampaikan undangan resmi kepada Presiden Prabowo untuk meninjau langsung pelaksanaan agenda program perumahan rakyat dalam waktu dekat.
Baca Juga: Skandal Korupsi BNPB, Dana Bencana Rp 148 Miliar Diduga Dipakai Beli Saham, KPK Tahan 5 Tersangka
"Saya juga sudah undang presiden kaitan perumahan, tanggal 8 November untuk 2,4 juta genteng di Majalengka dan tanggal 17 Desember di Malang 71 ribu rumah," kata Ara.(*)
Editor : Thomas Priyandoko