Untuk Kejurnas kali ini, dua atlet muda pun diturunkan. Yakni Aimar Al Qahtani Bachdim dan Luh Putu Bianca Nurwasita yang akan bermain di kelas XCO (Cross Country Olympic) kategori youth usia 14-16 tahun.
Ketua Pengkot ISSI Balikpapan Bambang Prasetiyo mengatakan, pihaknya punya target yang jelas pada ajang ini.
“Target kami adalah emas, karena kalau bisa meraih emas sekaligus bisa menambah poin mereka di kelas nasional,” ujarnya.
Soal persiapan, Bambang mengaku pihaknya sangat siap. Mengingat selain latihan rutin, mereka juga beberapa kali mengikuti kejuaraan lokal Kaltim dan bertengger di tiga besar.
Meski begitu, diakuinya persaingan memang sangat ketat, mengingat kejuaraan ini merupakan ajang bergengsi. Khusus di kategori putra, pihaknya cukup mengantisipasi kekuatan Jatim, sedangkan di sektor putri ialah tim dari Jabar.
“Alasan kami memaksakan diri untuk mengikuti Kejurnas ini karena kami akan melihat kesiapan para atlet dari daerah lain untuk event PON 2028. Sekaligus untuk persiapan Pra Porprov dan Porprov,” tambahnya.
Di sisi lain, Bambang berkata awalnya Balikpapan ingin mengirimkan total enam atlet. Di mana tiga dari empat atlet yang tidak diikutkan, bahkan pernah meraih juara pada Kejurnas di Batam tahun lalu.
Sayangnya, dikarenakan terkendala biaya, membuat mereka hanya menurunkan dua atlet saja. Bahkan, keberangkatan ini memakai biaya mandiri tanpa bantuan dari pihak pemerintah daerah.
“Tetapi atas usaha ISSI Balikpapan dan dukungan dari beberapa pihak, utamanya Bapak Malvin Ardento yang sebagian besar biaya keberangkatan kami ditanggung oleh beliau. Kami mengucapkan banyak terima kasih,” tutupnya.
Editor : Uways Alqadrie