KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Eskalasi ketegangan imbas aksi demonstrasi di berbagai wilayah di Indonesia menukik naik begitu tajam. Situasi tersebut membuat sejumlah aktivitas turut terdampak. Tidak terkecuali pelaksanaan Super League 2025/2026.
Klub asal Kaltim, Borneo FC Samarinda, jadi salah satu tim yang turut merasakan imbasnya. Pertandingan matchweek keempatnya menghadapi Persib Bandung di Gelora Bandung Lautan Api pada Minggu (30/8), terpaksa ditunda.
Tim beralias Pesut Etam pun dipaksa gigit jari, karena mereka telanjur tiba di Kota Kembang. “Dalam perjalanan ke Bandung, 20 menit sebelum tiba di hotel, kami mendapat kabar melalui sambungan telepon bahwa pertandingan Minggu nanti dibatalkan,” ucap manajer Borneo FC Samarinda Dandri Dauri, saat berbincang dengan Kaltim Post, Sabtu (30/8).
Setelah menerima kabar tersebut, manajemen bersama tim pelatih menggelar rapat kilat. Pada pertemuan tersebut disepakati bahwa tim akan diliburkan hingga 3 September. Sehari kemudian, alias 4 September, para pemain sudah harus berkumpul kembali di Samarinda, untuk berlatih bersama, menyongsong pertandingan berikutnya menghadapi PSIM Jogjakarta, 14 September.
Dirinya takkan menyalahkan siapa-siapa. Ini adalah situasi yang memang terjadi luar kendali semua pihak. Karena itu, pihaknya dalam sikap mendukung semua keputusan yang diambil, termasuk penundaan pertandingan ini. Lantas, kapan pertandingan ini akan digelar? “Kami akan bertemu dengan PSSI dan iLeague, kemungkinan Senin (1/9), untuk membicarakan tindak lanjut pertandingan ini,” jelas Dandri.
Mereka pun lebih memilih mengambil hikmah dari penundaan pertandingan ini. Bagi tim, ini jadi kesempatan bagus untuk para pemain mendapat libur lebih awal. Apalagi setelah jadwal kontra Persib, mereka memang berencana meliburkan para pemain, karena ada FIFA Matchday, di mana ada tiga pemainnya dipanggil timnas. Tiga pemain tersebut adalah Nadeo Argawinata (Indonesia), Christophe Nduwarugira (Burundi), dan Mohammad Al Husseini (Lebanon).
“Hikmahnya, para pemain yang tidak dipanggil timnas, bisa libur lebih awal. Itu bagus, sehingga nanti ketika kembali berlatih, para pemain sudah dalam kondisi bugar secara psikis, sehingga bisa fokus kembali merebut poin penuh pada pertandingan berikutnya,” terang tokoh pemuda di Samarinda ini.
Yang tidak kalah penting, bagi Dandri sendiri, dia punya kesempatan lebih banyak untuk mengamati perkembangan renovasi fasilitas di Stadion Segiri yang sebelumnya dia sepakati bersama Pemkot Samarinda. “Jadi, harapannya renovasinya bisa maksimal, sehingga ketika nanti bermain di kandang, kondisi Stadion Segiri sudah dalam kondisi prima,” tuntas dia. (ndy2)
Editor : Rendy Fauzan