KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Di tengah gencarnya pembinaan olahraga di Kalimantan Timur, cabang boling juga mulai menata diri. Upaya regenerasi atlet menjadi fokus utama agar estafet prestasi tak terputus.
Langkah itu dimulai dari babak kualifikasi (BK) Porprov, yang kali ini tidak sekadar menjadi ajang seleksi, tetapi momentum peremajaan.
Baca Juga: Panjat Tebing Paser Bangkit, Siap Jadi Tuan Rumah Porprov
Ketua Umum PBI Kaltim Rusman Ya’qub, mengatakan setiap kontingen diwajibkan menurunkan minimal satu atlet berusia di bawah 30 tahun. “Ada juga nomor tanding khusus untuk kategori usia 30 tahun ke bawah. Ini bagian dari eksperimen regenerasi,” ujarnya.
Dari hasil BK, mayoritas peserta putra sudah berasal dari kelompok usia muda. Namun, Rusman mengakui proses transisi masih berjalan karena infrastruktur latihan di Samarinda baru aktif tujuh bulan terakhir.
“Target kami, mulai 2026 skuad boling Kaltim sudah murni diisi atlet muda,” tegasnya.
Program pembinaan kini juga menyasar akar rumput. Tahun depan, PBI Kaltim berencana masuk ke sekolah dasar dan menengah untuk menjadikan boling sebagai kegiatan ekstrakurikuler. “Harapannya pertengahan 2026 sudah ada kejuaraan junior daerah,” katanya.
Baca Juga: SK Terbit, ESI Kutim Siap Gelar Turnamen Akbar dan Pelantikan
Tak hanya itu, sistem kompetisi berjenjang tengah dirancang, mulai dari liga kabupaten/kota hingga provinsi. Liga ini menjadi sarana pemantauan performa atlet yang akan dinilai secara rutin setiap tiga bulan.
PBI Kaltim juga bersiap menjadi tuan rumah Kejurnas Junior 2026, seiring rencana perluasan fasilitas di Bowling 77 Sporthub Samarinda menjadi 16–20 lane. “Kalau venue di daerah lain juga selesai, pembinaan akan jauh lebih merata,” tutup Rusman. (*)
Editor : Ery Supriyadi