KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Aroma persaingan mulai terasa di aliran Sungai Karang Mumus. Sungai yang membelah Kota Samarinda itu bersiap menjadi saksi ketangguhan para rafter Kalimantan Timur dalam ajang Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (BK Porprov) 2025.
Gelaran yang dijadwalkan berlangsung pada 21–26 November 2025 ini menjadi langkah penting menuju Porprov VIII Kaltim di Kabupaten Paser tahun depan. Di balik riuh air sungai, tersimpan semangat pembinaan dan efisiensi yang kini menjadi sorotan FAJI Kaltim.
Ketua Umum Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kaltim, Ekti Imanuel, menegaskan bahwa pemilihan Sungai Karang Mumus sebagai venue bukan tanpa alasan.
Baca Juga: KONI Kaltim Siapkan Terapis Olahraga Bersertifikat Nasional, Gaet Narasumber Top dari Jakarta
“Kami menyesuaikan dengan kondisi keuangan seluruh daerah. Jika bicara ideal, tentu Kutai Barat adalah lokasi paling representatif. Tapi karena efisiensi anggaran, Karang Mumus menjadi pilihan terbaik,” jelas Ekti, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kaltim.
Menurutnya, lokasi di Samarinda memiliki posisi strategis di tengah wilayah Kaltim, sehingga dapat menekan biaya transportasi peserta dari kabupaten dan kota lain. “Setidaknya dengan lokasi ini, anggaran peserta bisa lebih hemat,” tambahnya.
Persiapan kini memasuki tahap akhir. Panitia, bersama tim teknis FAJI, tengah memastikan kelancaran seluruh aspek, mulai dari keamanan lintasan hingga logistik perlombaan.
Ekti berharap para peserta bisa tampil maksimal dan menjadikan ajang ini batu loncatan menuju pentas yang lebih besar di Paser.
“Harapan kami, BK Porprov ini berjalan lancar tanpa kendala. Semoga dari sini muncul atlet potensial yang siap membawa nama Kaltim di ajang nasional,” ujarnya optimistis.
Baca Juga: Bridge Kaltim Siapkan Lompatan Besar: Regenerasi Atlet Jadi Modal Menuju Paser 2026
Semangat pembinaan atlet muda terus digelorakan FAJI Kaltim. Selain mengejar tiket ke Porprov 2026, ajang ini juga menjadi ajang pemantauan bakat baru yang diharapkan mampu memperkuat tim arung jeram Kaltim ke depan.
Di bawah arus Sungai Karang Mumus, generasi baru arung jeram Bumi Etam tengah ditempa untuk mengibarkan prestasi lebih tinggi. (*)
Editor : Ery Supriyadi