SAMARINDA - Semua mata pecinta sepak bola daring sedang tertuju pada tim asal Samarinda, Bluefin Esports. Itu setelah tim yang didirikan oleh Darwin Tandrin tersebut berhasil mengukir pretasi gemilang di Liga 1 eFootball garapan Ifel.
Tim Konsol meski gagal ke Grand Final, namun mampu finish di peringkat empat nasional adalah prestasi yang layak diapresiasi. Di semifinal upper, Akbar Paudie dkk kalah dari RRQ dengan skor 2-3.
Hasil itu membuat Bluefin turun ke final lower menghadapi Onic Esports dan kalah dengan skor 0-3. Kejutan justru datang dari divisi Mobile. Duet maut Agus Ketty dan Rafly Cepak tak terbendung.
Tak masuk sebagai tim yang diunggulkan, keduanya mampu menjawab keraguan publik dengan mengantongi tiket ke Grand Final.
Di final upper, Bluefin bersaing ketat dengan Tidak Esports. Sempat bermain imbang 2-2, Bluefin berhasil mencuri poin sempurna di match terakhir melalui adu penalti. Kemenangan 3-2 membuat Agus Ketty dan Rafly Cepak selangkah lagi mengukir sejarah.
"Alhamdulillah tim mobile berhasil merebut tiket ke pertandingan puncak. Semoga ada rezekinya anak-anak bisa pulang membawa trofi juara. Terima kasih kepada pemilik tim pak Darwin Tandrin atas supportnya sehingga kami semua bisa di sini membawa bendera Bluefin sebagai perwakilan Kalimantan Timur," ungkap Adyatma Priady, pelatih Bluefin Esports.
Partai final kembali digelar secara offline, Minggu (16/11) malam. Bluefin masih menunggu hasil pertandingan antara RRQ dan Evos. (*)
Editor : Sukri Sikki