KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Rasa lega akhirnya tampak jelas di wajah Sujarwanto, atlet binaraga andalan Kalimantan Timur. Penantian panjang yang ia jalani selama lebih dari setahun kini terbayar ketika apresiasi yang dijanjikan pemerintah resmi diberikan.
Pada Kamis (27/11/2025), bonus yang ia nantikan sejak mengibarkan bendera Kaltim di podium tertinggi kelas 85 kilogram PON XXI/2024 Aceh–Sumut akhirnya diserahkan. Prosesi berlangsung di Aula Dispora Kaltim dan dipimpin langsung Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, di hadapan ratusan atlet penerima bonus lainnya.
Di pertengahan acara, Sujarwanto tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. “Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kaltim. Setelah setahun lebih menunggu, akhirnya yang ditunggu-tunggu keluar juga,” ujarnya.
Baca Juga: Kirim Damar Batu ke Sri Lanka Via KKT, Pemkot Targetkan Balikpapan Jadi Pusat Ekspor Nasional
Nama Sujarwanto bukan sosok baru dalam dunia binaraga Kaltim. Ia dikenal sebagai salah satu atlet paling konsisten yang dimiliki daerah ini. PON Aceh–Sumut bahkan menjadi emas ketiganya sepanjang karier, setelah sebelumnya berjaya di PON Kaltim dan PON Papua.
“Saya sudah ikut PON empat kali. Alhamdulillah tiga kali emas,” ungkapnya dengan bangga.
Namun, perjalanan menuju emas terbarunya ternyata tidak semulus yang dibayangkan. Cabor binaraga Kaltim sebenarnya keluar sebagai juara umum dengan dua emas dan dua perak. Meski demikian, sempat terjadi perubahan peringkat akibat kasus doping dari daerah lain. “Ada insiden, ada yang terindikasi doping dari daerah lain, jadi ada pergeseran peringkat,” jelasnya.
Setelah menunggu cukup lama, bonus yang akhirnya cair membuat perasaannya semakin lengkap. Meski demikian, Sujarwanto berharap ke depan proses pencairan tidak lagi memakan waktu panjang.
“Di daerah lain ada yang dua bulan sudah cair, tiga bulan cair, paling lama enam bulan. Kalau bisa kita juga begitu. Alhamdulillah sekarang sesuai, hanya waktunya yang lama,” tutur peraih emas PON itu.
Lantas, apa rencananya setelah menerima bonus tersebut? Tanpa banyak pikir, Sujarwanto menegaskan bahwa sebagian besar dana akan digunakan untuk mempertahankan performanya sebagai atlet papan atas. Dunia binaraga, katanya, membutuhkan biaya perawatan tubuh yang sangat besar.
“Kami beda dengan cabor lain. Harus maintenance tubuh. Suplemen, latihan, semua harus dijaga. Jadi bonus ini ya untuk modal latihan, perawatan fisik, sama sedikit buat tabungan,” ujar Sujarwanto.
Ia juga menyampaikan pesan kepada pemerintah agar pembinaan atlet terus diperkuat. Menurutnya, Kaltim sudah lama menjadi “kiblat” binaraga nasional dan perlu menjaga momentum itu melalui perbaikan fasilitas serta regenerasi atlet.
“Kita harus saling berkolaborasi, pemerintah dan pengprov. Fasilitas ditingkatkan, pembibitan jalan, supaya prestasi Kaltim tetap terjaga,” tutupnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi