KALTIMPOST.ID-Nasya Aqila Nafasatul Huda, atlet panahan yang punya prestasi gemilang di Popda XVII/2025, akhirnya menuntaskan misinya.
Yakni meraih hasil maksimal pada multi ajang yang terhelat di Penajam Paser Utara (PPU) itu.
Dari Popda itu, Aqila, sapaannya, meraih total sembilan medali. Terdiri dari enam emas dan tiga perak.
Dia bercerita, awal mula mengenal panahan ialah saat masih kelas 3 SD. Saat itu, orangtuanya yang pertama kali memperkenalkan.
Melihat banyak teman sekolah yang juga mulai menekuni panahan, motivasi untuk latihan semakin kuat.
“Jadi memang awalnya ikut-ikut saja. Lama kelamaan rasanya jadi menyenangkan dibanding olahraga lain,” kata remaja kelahiran 28 November 2009 tersebut.
Tak perlu waktu setahun baginya unjuk kebolehan. Enam bulan setelah rutin berlatih, dia tampil di kejuaraan terbuka pertamanya, Borneo Archery Fiesta.
Sejak itu, Aqila semakin tekun menjalani karier sebagai atlet panahan. Tahun 2018 menjadi kejuaraan resmi pertamanya.
Sekaligus menjadi langkah awal Aqila, hingga menjadi tumpuan masa depan cabang olahraga (cabor) panahan Balikpapan.
Kehebatan Aqila memang sudah tidak diragukan lagi. Sebelum Popda, ia sudah mencatatkan prestasi tertinggi.
Sebelumnya hasil gemilang diraih pada Kejurnas Junior Kudus, Juli lalu dengan satu emas dan Kejurnas Senior Bali pada bulan Oktober dengan satu perak.
Sementara itu, ia tak ingin memasang target muluk-muluk di Porprov Kaltim VIII/2026 Paser. Dirinya membidik dua emas pada multi ajang empat tahunan itu.
Akan tetapi, ada mimpi lain yang ingin diwujudkan. Yaitu bisa tampil di panggung Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 Nusa Tenggara, hingga masuk Pelatnas dan mewakili Indonesia di event internasional.
“Semoga bisa ikut PON 2028, dan ke depannya mewakili Indonesia di level internasional,” tutupnya. (rd)
OKTAVIA MEGARIA
Editor : Romdani.