Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Status Baru Askab/Askot Disahkan? Kongres PSSI Kaltim Buka Babak Baru Pembinaan Sepak Bola 2026

Nasya Rahaya • Minggu, 30 November 2025 | 19:39 WIB

Suasana Kongres Tahunan Asprov PSSI Kaltim di Hotel Royal Park Samarinda, Sabtu (29/11/2025).
Suasana Kongres Tahunan Asprov PSSI Kaltim di Hotel Royal Park Samarinda, Sabtu (29/11/2025).

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kalimantan Timur kembali menggelar forum tahunan yang menjadi barometer arah pembinaan sepak bola daerah. Agenda ini membuka ruang konsolidasi lebih luas, terutama karena dinamika regulasi nasional yang turut memengaruhi roda organisasi di tingkat provinsi.

Dalam suasana yang terbilang intens, forum yang berlangsung di Hotel Royal Park Samarinda, Sabtu (29/11/2025), menjadi panggung bagi sejumlah keputusan besar. Di tengah peralihan menuju siklus kompetisi 2026, kongres ini memunculkan perhatian tersendiri dari anggota dan pemangku kepentingan.

Baca Juga: 172 Atlet Ramaikan BK Porprov Arung Jeram di Sungai Karang Mumus, Samarinda Jadi Tuan Rumah Efisien untuk Semua Pengcab

Wakil Ketua Asprov PSSI Kaltim, Syafruddin Duntu, membuka kongres dengan penegasan mengenai bobot strategis agenda tersebut. Menurutnya, penyesuaian regulasi harus mengikuti garis kebijakan dari Kongres PSSI Pusat di Jakarta.

“Berdasarkan hasil kongres di Jakarta, hari ini kita mengesahkan status baru dan otomatis mencabut status lama. Status ini tidak dapat dijalankan sebelum disahkan melalui kongres provinsi,” ujarnya.

Syafruddin menjelaskan bahwa perubahan status berhubungan langsung dengan masa berlaku kepengurusan beberapa Askab/Askot. Sejumlah daerah dinyatakan telah melewati periode masa bakti sehingga wajib mengikuti format status terbaru sesuai statuta PSSI.

“Ada beberapa pemerintah kabupaten/kota yang masa periodenya sudah habis. Maka, kita akan melaksanakan penyesuaian berdasarkan statuta terbaru ini. Ada lima Askab/Askot yang masa baktinya selesai, termasuk Paser, Bontang, dan Kutim, serta beberapa daerah lainnya,” jelasnya.

Kongres tahunan ini juga menjadi ruang transparansi bagi seluruh anggota. Syafruddin menegaskan bahwa dokumen perubahan statuta telah disebarkan kepada Askab/Askot jauh sebelum pelaksanaan kongres, sehingga setiap anggota dapat memberikan pandangan secara terbuka.

“Kawan-kawan anggota dipersilakan bertanya dan memberi tanggapan dalam sesi kongres. Semua bahan sudah dikirim sebelumnya dan hari ini tinggal kita kukuhkan bersama,” tambahnya.

Baca Juga: Bintang Baru Renang Kaltim? Raihan Sapu 4 Emas Popda XVII, Perjalanannya Bikin Kagum

Dengan disahkannya status baru Askab/Askot, kongres ini sekaligus menandai dimulainya siklus pembinaan baru. Mulai dari persiapan kompetisi kelompok umur, turnamen resmi, hingga program peningkatan kualitas wasit dan pelatih untuk agenda 2026.

Syafruddin berharap penertiban status organisasi dapat memperkuat pondasi sepak bola Kaltim. Ia menilai langkah ini penting agar pembinaan di seluruh daerah berjalan lebih terarah dan konsisten dengan standar nasional. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#pembinaan sepak bola #PSSI Kaltim #kongres tahunan #Statuta PSSI 2025 #Asprov PSSI Kaltim