KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Tim soft tennis Kaltim memupuk hasrat bisa membawa pulang dua medali emas dari kejuaraan nasional junior & senior di Makassar, 4-9 Desember.
Bukan sekadar sasaran, itu jadi modal mereka untuk menjaga eksistensi sebagai cabor calon andalan baru Kaltim pada masa mendatang.
“Sebab, pada 2026 mendatang, KONI Kaltim akan menerapkan skala prioritas, dengan hanya memberangkatkan cabor yang berprestasi, dalam hal ini hanya zona medali. Nah, tahun inilah penentuannya. Karena itu, upayakan yang terbaik agar bisa membawa pulang dua medali emas,” ucap Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras.
Hal tersebut dia sampaikan ketika melepas rombongan soft tennis Kaltim yang bertolak menuju Kota Daeng pada Rabu (3/12) siang. Untuk diketahui, tim soft tennis Kaltim terdiri dari 26 orang, terdiri dari 10 atlet junior, 10 atlet senior, 4 pelatih, dan 2 ofisial teknik.
Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Soft Tennis Indonesia (Pesti) Kaltim Francisca Sinulingga mengatakan, para atlet tersebut dipilih berdasarkan masing-masing kejuaraan. Untuk atlet senior, dipilih berdasarkan prestasinya di babak kualifikasi (BK) pekan olahraga provinsi (porprov) pada bulan lalu.
Sementara atlet junior, dipilih berdasarkan atlet yang berprestasi dalam kejuaraan provinsi junior di Kutai Barat, beberapa bulan lalu.
“Tentu kami berharap dari komposisi lengkap ini bisa meraih hasil maksimal, minimal dua medali emas seperti yang dicanangkan Ketua KONI Kaltim, Pak Rusdiansyah Aras,” ucap perempuan yang karib disapa Sisca tersebut.
Sementara itu, pelatih soft tennis Kaltim Noor Asnan percaya diri bahwa Kaltim bisa mencapai posisi minimal zona medali. “Tentang target emas, tentu akan kami upayakan yang terbaik. Tetapi untuk persaingan realistis saat ini, kami percaya diri bisa mengambil tempat di zona medali,” urai dia.
Rusdi menambahkan, soft tennis Kaltim memang jadi calon andalan baru Kaltim. Itu berkaca pada capaian di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumatra Utara.
“Dari sana, tim soft tennis membawa pulang 2 medali perak dan 1 perunggu. Itu sangat mungkin ditingkatkan. Kita masih punya waktu cukup panjang untuk mengasah kemampuan para atlet agar bisa meraih hasil yang lebih baik pada PON XXII/2028 Nusa Tenggara nanti,” tegas dia.
Untuk memastikan target tersebut tidak meleset, Rusdi mengingatkan para atlet agar fokus dengan tugasnya untuk menampilkan yang terbaik di lapangan. “Urusan non teknis, biar jadi urusan ofisial tim. Jangan pikirkan yang lain-lain,” tuntas dia. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo