KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Atmosfer kompetisi makin terasa di Samarinda sejak awal Desember. Jalan menuju prestasi nasional kembali dibuka lewat turnamen daerah yang melibatkan banyak atlet muda dan semangat tinggi.
Di Gedung Squash, kompleks Gelora Kadrie Oening Samarinda, pembukaan Babak Kualifikasi (BK) Porprov Kaltim 2025 cabor squash digelar pada Kamis (11/12). Sebanyak delapan pengurus cabang dari berbagai daerah ikut ambil bagian dalam ajang ini.
Baca Juga: Seno Aji Suntik Motivasi dan Soroti Fasilitas Squash di Kaltim
Menurut Ketua Binpres PSI Kaltim, Johny Marthen Londong, kondisi dan jumlah atlet saat ini menunjukkan bahwa Kaltim sudah berada di jalur yang tepat untuk menembus tiga besar nasional.
“Jumlah pemain terbanyak masih dipegang Jawa Barat, disusul DKI Jakarta dan Kalimantan Timur. Saya berharap atlet-atlet dari Kukar, Kutim, dan Samarinda terus membangun tim kuat agar kita benar-benar bisa setara dengan Jawa Barat dan DKI,” ujarnya.
Turnamen BK berlangsung dari 8–14 Desember 2025. Satu pengurus cabang, Berau, Kalimantan Timur, absen, sedangkan Paser, Kalimantan Timur mendapat wildcard karena akan menjadi tuan rumah Porprov Kaltim VIII 2026. Setiap pengcab mengirim 16 atlet — 8 putra dan 8 putri — untuk memperebutkan total 80 medali dari delapan nomor pertandingan.
Meski fasilitas di beberapa daerah belum ideal, semangat para atlet tetap membara. Menurut Johny, bahkan tim yang berangkat tanpa lapangan ganda tetap tampil maksimal. “Itu luar biasa,” ujarnya.
Baca Juga: Tahan Imbang Balikpapan 1-1, Kubar Bertekad Lolos Fase Grup
Johny menambahkan, hasil perak yang diraih Kaltim di PON 2024 setelah sekian lama absen dari podium menunjukkan bahwa pembinaan squash di provinsi ini mulai stabil kembali. Dengan dasar itu, untuk ajang PON mendatang target mereka adalah minimal mencapai final.
Tak lupa, Johny menyampaikan apresiasinya kepada Ketua PSI Kaltim, Seno Aji, atas dukungan fasilitas latihan bagi atlet. Menurutnya, fasilitas tersebut sangat membantu proses persiapan tim. (*)
Editor : Ery Supriyadi