BONTANG - Tim futsal putra Bontang harus puas finis sebagai runner-up pada Babak Kualifikasi Porprov VIII Kalimantan Timur. Pada laga final, Bontang takluk dari tuan rumah Samarinda dengan skor 5-2, meski sempat unggul cepat 2-0 di awal pertandingan.
Pelatih Futsal Putra Bontang Muhammad Ibnu mengakui hasil tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi timnya. Terutama dari sisi mental bertanding dan antisipasi situasi krusial di lapangan.
“Kami sebenarnya memulai laga dengan sangat baik. Anak-anak mampu unggul 2-0 di awal. Namun setelah itu kami kecolongan gol dari situasi set piece, dan itu cukup membuat pemain kaget,” kata Ibnu.
Menurutnya, gol pertama lawan menjadi titik balik yang memengaruhi konsentrasi dan mental pemain Bontang. Ditambah lagi, atmosfer pertandingan yang dipenuhi dukungan besar suporter tuan rumah turut memberi tekanan tersendiri.
“Samarinda punya suporter yang luar biasa. Secara mental, mereka memang lebih siap. Faktor itu cukup terasa di lapangan,” ucapnya.
Ibnu menilai aspek mental menjadi salah satu penyebab utama mengapa keunggulan awal gagal dipertahankan. Ia tak menampik bahwa timnya masih perlu pembenahan agar lebih siap menghadapi tekanan, terutama di laga-laga besar.
“Artinya memang mental ini jadi faktor penting. Setelah unggul, kami justru kehilangan fokus dan akhirnya kebobolan beberapa gol,” tutur dia.
Pasca hasil di babak kualifikasi ini, tim futsal putra Bontang dipastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh. Tak hanya soal mental, namun juga pada aspek teknis permainan.
“Banyak hal yang harus kami benahi. Terutama dalam bertahan dan menyerang. Semua harus dipersiapkan lebih matang ke depan,” tegas Ibnu.
Terkait komposisi pemain, Ibnu memastikan akan ada perubahan dalam skuat Bontang menuju Porprov VIII Kaltim mendatang. Mengingat waktu persiapan masih cukup panjang, rotasi pemain menjadi opsi yang sangat mungkin dilakukan.
“Skuat pasti akan ada perubahan. Bisa karena faktor kondisi fisik pemain, kebutuhan tim, atau aspek lainnya,” ungkapnya.
Namun demikian, Ibnu belum merinci berapa persen pemain yang berpotensi diganti serta mekanisme perekrutan pemain baru. Ia menegaskan, semua akan ditentukan setelah proses evaluasi internal tim selesai.
Babak kualifikasi ini, menurut Ibnu, menjadi pengalaman penting bagi tim futsal putra Bontang untuk belajar menghadapi tekanan kompetisi tingkat provinsi. “Hasil ini jadi pelajaran berharga. Kami harus lebih siap, bukan hanya secara teknik, tapi juga mental,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki