KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kepastian pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII/2026 kini menjadi sorotan. Para pemangku kepentingan olahraga di Benua Etam sepakat ajang multievent empat tahunan ini tidak boleh lagi bergeser.
Porprov VIII tetap ditargetkan berlangsung pada November 2026 di Kabupaten Paser.
Kesepakatan tersebut muncul dalam dialog Publika di TVRI, yang menghadirkan Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras, pengamat olahraga Jupri Bama, serta Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim Rasman Rading. Acara itu dipandu Erwinsyah.
Sebelumnya, jadwal Porprov sempat diwacanakan bergeser dari September ke November 2026 atas permintaan tuan rumah. Namun, muncul isu penundaan hingga 2027 yang dinilai berpotensi merugikan pembinaan olahraga di Kaltim.
Baca Juga: Manchester City vs Real Madrid: Pep Guardiola Butuh Comeback Ajaib di Liga Champions
Rasman Rading menegaskan, Pemprov Kaltim berkomitmen mengawal kepastian jadwal tersebut. Finalisasi kesiapan teknis dan regulasi akan dilakukan dalam rapat koordinasi pada pekan pertama April 2026 di Paser.
“Kami akan memfinalkan semuanya pada pertemuan awal April nanti di Paser. Ini penting agar seluruh kabupaten dan kota memiliki kepastian dalam mempersiapkan kontingennya,” ujarnya.
Salah satu poin penting yang disepakati adalah efisiensi kepesertaan. Setiap daerah hanya diperbolehkan mengirim atlet dengan capaian maksimal peringkat IV, guna menjaga kualitas kompetisi sekaligus menekan anggaran.
Baca Juga: Chelsea vs PSG: Liam Rosenior Siapkan Skema 5 Bek untuk Kejar Defisit 3 Gol
Rusdiansyah Aras mengingatkan, jika Porprov ditunda ke 2027, Kaltim akan menghadapi risiko besar. Tahun tersebut diprediksi menjadi periode padat karena beririsan dengan Babak Kualifikasi PON 2028.
“Kalau mundur ke 2027, atlet bisa mengalami kelelahan fisik. Mereka harus bertanding di Porprov, lalu segera menjaga performa untuk kualifikasi PON. Ini rawan memicu cedera,” tegasnya.
Penundaan juga dinilai dapat merusak siklus pembinaan. Program latihan yang sudah dirancang untuk puncak performa pada 2026 harus diubah total.
Selain itu, atlet usia muda berpotensi kehilangan kesempatan tampil karena melewati batas usia saat ajang digelar pada 2027.
Baca Juga: Rekor Comeback Pep Guardiola di Liga Champions: Lebih Sering Gagal daripada Berhasil
Di sisi lain, penundaan dengan alasan efisiensi anggaran justru dinilai tidak tepat. Pada 2027, beban keuangan daerah diperkirakan lebih berat karena harus membiayai Porprov bersamaan dengan agenda kualifikasi nasional hingga event internasional seperti Sukan Borneo.
Dengan agenda finalisasi pada April mendatang, seluruh pihak berharap tidak ada lagi ketidakpastian. Kepastian jadwal dinilai penting untuk menjaga momentum prestasi atlet Kalimantan Timur di level nasional. (*)
Editor : Ery Supriyadi