KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Jadwal perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII/2026 di Paser telah ditetapkan. Multi ajang empat tahunan ini pun dipastikan terlaksana pada pertengahan November mendatang, tepatnya 14-27 November.
Terkait ini, Pemkot Balikpapan melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan pun mulai mengambil ancang-ancang. Termasuk perkiraan kekuatan yang bakal diturunkan.
Kepala Disparpora Balikpapan Ratih Kusuma menyebutkan, jika berkaca pada Babak Kualifikasi (BK) Porprov, Balikpapan disebut bakal menurunkan sekitar 634 atlet.
Baca Juga: Porprov VIII Kaltim Digelar November 2026, Kadispora Kukar Minta Cabor Segera Bersiap
“Semangatnya juga luar biasa, dan saat ini kan ada beberapa yang mengikuti TC (training center) dan program latihan. Sehingga kami jaga peak performance mereka, supaya di November nanti mereka siap bertanding,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa untuk selanjutnya mereka masih harus melakukan rapat koordinasi dengan KONI Balikpapan. Untuk menentukan jumlah atletnya, termasuk akomodasi, penginapan, dan lain-lain.
Begitu pun soal anggaran, di mana kata Ratih, hal ini nantinya akan dibahas bersama. Yang tentunya, kesepakatan mesti disesuaikan dengan kebijakan Pemprov Kaltim dan PB Porprov.
“Maka untuk itu jumlah atlet tersebut bisa saja disesuaikan dengan anggaran nanti berapa. Untuk saat ini kami masih memperkirakan sesuai BK Porprov,” tambahnya.
Baca Juga: KBL Season III Resmi Digelar Akhir Pekan Ini, 170 Pertandingan Siap Panaskan Kaltim
Di sisi lain, Ratih juga berkata mekanisme keikutsertaan cabang olahraga (cabor) masih akan dibahas bersama KONI Balikpapan. Dari total 64 cabor yang dipertandingkan di Porprov Paser, Balikpapan belum memutuskan apakah akan ikut di semua cabor atau hanya yang potensi medali emas.
Dia berharap, keputusan ini bisa diambil dalam waktu dekat. Dengan begitu, pihaknya juga bisa bergerak cepat, termasuk survei venue dan akomodasi di Paser.
“Semoga minggu depan sudah bisa dilakukan pertemuan dan membahas hal ini. Termasuk soal data cabor, agar kita bisa putuskan apakah yang zona medali saja atau bagaimana,” pungkasnya. (*)
Editor : Duito Susanto