BALIKPAPAN – Klub bulu tangkis asal Balikpapan, PB Hevindo mempersiapkan kekuatan terbaiknya. Persiapan ini tak lain untuk menjajaki panggung Sirkuit Nasional (Sirnas) C bertajuk Bupati Open Kutim 2026 di Sangatta, 11-16 Mei.
Untuk itu, para atlet menjalani simulasi pertandingan di GOR Hevindo Arena, Kamis (7/5). Ini untuk memastikan bahwa tim siap bertarung, sebelum keberangkatan pada Sabtu (9/5) nanti.
Baca Juga: Antusias Tinggi di Gelaran Perdana, BCR 2026 jadi Wadah Baru Pencinta Lari
Manajer PB Hevindo Balikpapan Rafael Valentino mengatakan pihaknya sudah melakukan persiapan dengan cukup baik.
“Hari ini kami mengadakan simulasi pertandingan untuk mereka, agar tahu situasi di pertandingan itu seperti apa. Intinya kami sudah siap bertanding dan siap berangkat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berkata sebanyak 30 perwakilan klub bakal dikirim. Terdiri dari 25 atlet terbaik mereka, bersama ofisial dan pelatih.
Dia juga menyebut bahwa sejauh ini tidak ada kendala yang dirasakan. Mengingat, persiapan sudah dilakukan sejak Januari 2026.
Bahkan, lanjutnya, sebelum mengikuti Bupati Open Kutim ini, mereka sempat menjalani try out sekali di turnamen skala provinsi yang diadakan PB Cahaya Indonesia. Juga sempat turun ke Sirnas A Jawa Timur di Surabaya, April lalu.
Meski tak meraih hasil memuaskan di Sirnas A Jatim, Rafael mengaku timnya punya target jelas di Sirnas C kali ini. Sebab, beberapa nomor yang diandalkan, diharap bisa meraih juara.
Baca Juga: Persiapan Crystalin Championship 2026 Kian Matang, Technical Meeting Diikuti Seluruh Peserta
Pasalnya, kata dia, beberapa atlet mereka menghuni peringkat tinggi di nasional. Ada di ganda remaja campuran yang ranking 10 nasional, dan satu di tunggal remaja putra ada yang tembus ranking 20 nasional.
“Secara target, jujur saja minimal 4 emas. Karena secara level nasional Sirnas C ini tidak terlalu tinggi sebetulnya, karena kan yang tinggi itu Sirnas A. Jadi, klub besar kemungkinan tidak akan mengirim kekuatan utamanya di Kutim nanti, tentu itu jadi kesempatan kami untuk mengincar poin,” tuntasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan