KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia Kalimantan Timur (KONI Kaltim) periode 2026–2030 resmi dilantik di Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Minggu (12/7) malam.
Setelah dilantik, Ketua KONI Kaltim Anderiy Syachrum langsung menetapkan empat agenda prioritas sebagai langkah awal mempersiapkan Kalimantan Timur menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Baca Juga: Libur Sekolah Berakhir, Distribusi Makan Bergizi Gratis Resmi Dimulai Lagi ke Seluruh Indonesia
Anderiy menegaskan, waktu menuju PON 2028 semakin terbatas. Karena itu, seluruh jajaran pengurus diminta segera bekerja untuk menjalankan program pembinaan secara terarah selama empat tahun ke depan.
"Waktu kita tidak panjang lagi. Mulai besok seluruh energi kepengurusan akan difokuskan menghadapi PON 2028," ujarnya dalam sambutan.
Prioritas pertama adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh cabang olahraga. Langkah tersebut mencakup pemetaan cabang olahraga unggulan, cabang yang berpotensi berkembang, hingga kebutuhan pembinaan masing-masing cabang olahraga.
Baca Juga: Semarak Hari Pertama MPLS, SD 005 Samarinda Ilir Hadirkan Photobooth hingga Permainan Tradisional
Agenda kedua ialah menyusun peta jalan (roadmap) menuju PON 2028. Menurut Anderiy, pola pembinaan atlet tidak lagi dapat dijalankan sebatas rutinitas tahunan. Setiap cabang olahraga harus memiliki target yang jelas, berbasis data, serta indikator keberhasilan yang terukur.
Prioritas ketiga berfokus pada peningkatan kualitas pembinaan atlet. Pengurus baru akan memperkuat pembinaan atlet usia dini, meningkatkan kapasitas pelatih, mengoptimalkan penerapan sport science, memperbanyak kesempatan bertanding melalui kompetisi, serta memastikan atlet memperoleh dukungan fisik, gizi, psikologi, dan layanan medis. "Sebab, atlet harus berangkat bertanding dengan persiapan terbaik," katanya.
Sementara itu, prioritas keempat adalah memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, KONI Pusat, KONI kabupaten/kota, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga pengurus cabang olahraga.
Baca Juga: Beginilah MPLS Hari Pertama di SD Muhammadiyah 1 Samarinda
Menurut Anderiy, kolaborasi menjadi faktor penting dalam melahirkan prestasi olahraga yang berkelanjutan. "Prestasi olahraga tidak mungkin lahir jika kita berjalan sendiri," tegasnya.
Dia menambahkan, target kepengurusan periode 2026–2030 tidak hanya meningkatkan perolehan medali, tetapi juga mengembalikan Kalimantan Timur sebagai salah satu kekuatan utama olahraga nasional.
Target tersebut sejalan dengan harapan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang membidik posisi tiga besar pada PON 2028.
"Kami ingin setiap atlet yang berangkat ke PON membawa rasa percaya diri yang tinggi dan keyakinan bahwa seluruh masyarakat Kaltim berdiri di belakang mereka," pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A