Sabet Perak di China Squash Junior Open 2026, Atlet Balikpapan Aitsila Fauziah Fadly Harumkan Nama Indonesia

Oktavia Megaria • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 16:56 WIB
PRESTASI: Aitsila Fauziah Fadly raih prestasi dengan memboyong medali perak di China Squash Junior Open 2026. IST/KP
PRESTASI: Aitsila Fauziah Fadly raih prestasi dengan memboyong medali perak di China Squash Junior Open 2026. IST/KP

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Prestasi di panggung internasional tak lagi menjadi hal mustahil bagi atlet Kaltim. Hingga kini, sederet nama mampu mengharumkan nama Benua Etam, termasuk Aitsila Fauziah Fadly.

Ya, atlet kelahiran Balikpapan itu sukses memboyong medali perak di China Squash Junior Open 2026 di Shandong Jining Confucius School Squash Hall, China, 15-19 Juli. Prestasi itu diraih usai berhadapan dengan atlet asal Amerika Serikat di nomor girls under (GU) 17.

Atas capaian yang diraih, remaja yang akrab disapa Sila ini mengaku sangat bangga dan bersyukur. Sebab, dirinya bisa membawa nama Kaltim bahkan Indonesia di partai final kejuaraan yang diikuti 15 negara itu.

Baca Juga: Animo Tinggi di Kaltim, Astra Motor Targetkan Penjualan New Vario Evo 160 Tembus 450 Unit per Bulan

“Alhamdulillah, tentunya merasa senang dan bangga karena bisa membawa medali untuk Indonesia, dan membuat squash sedikit lebih di kenal di masyarakat. Semoga setelah ini akan bermunculan atlet-atlet junior baru yang tertarik dengan squash,” ungkapnya, saat dihubungi media Kaltim Post.

Dalam ajang tersebut, Sila berhadapan dengan atlet asal Amerika Serikat, dengan skor akhir 3-1. Walau begitu, ia berhasil mengungguli lawan yang selama ini dirasa cukup kuat yakni Malaysia, yang berada di peringkat ketiga.

“Karena atlet squash Malaysia terkenal kuat untuk Asia. Jadi bagi saya mereka itu cukup sulit dikalahkan,” tambahnya.

Sila bercerita, sebelum turun ke ajang tersebut, tak ada persiapan khusus yang dilakukan. Sebab, setiap hari remaja 15 tahun itu memang sudah menjalankan latihan rutin seperti biasanya. Termasuk latihan fisik yang dijalani seminggu tiga kali.

Baca Juga: Keluhan Asap Insinerator Muncul, Warga Minta Dampak Operasional Diminimalkan

Kendati begitu, China Squash Junior Open juga bukan panggung internasional pertamanya. Sila sendiri sudah sering mengikuti turnamen internasional baik open maupun major event khususnya di kelas junior.

Dirinya bahkan pernah meraih medali plate perak di Southeast Asian Junior Individual Championships (SEA JIC) tahun 2023 lalu.

“Karena saya berusaha meningkatkan ranking Asia, meskipun dengan persaingan yang cukup sulit dengan atlet dari luar Indonesia,” ungkap atlet yang menggeluti squash sejak usia 8 tahun ini.

Lewat capaian ini, siswi SMA Nasional KPS tersebut berharap bisa lebih meningkatkan prestasi di cabang olahraga (cabor) squash. Secara khusus, ia juga berharap adanya perhatian pemerintah, terutama untuk pembinaan atlet squash.

Menurutnya, saat ini Balikpapan sudah punya lapangan squash yang layak dan terawat. Tapi penggunaannya saat ini juga difungsikan sebagai kantor BBPJN.

“Jadi akses atlet sedikit terbatas. Kami jika ingin menggunakan lapangan harus mengikuti aturan kantor, haruz izin bahkan sewa. Saya rasa sedikit menyulitkan,” keluhnya.

Baca Juga: Kemarau Diprediksi hingga Akhir September, BPBD Samarinda Ingatkan Warga Waspadai Karhutla dan Kekeringan

Selanjutnya, Sila bakal kembali memperkuat Balikpapan dalam agenda Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII/2026. Dengan optimis, ia membidik raihan emas pada multi ajang yang terhelat di Paser itu.

“Semoga bisa membanggakan squash Balikpapan. Selain itu saya juga sudah ada beberapa agenda open turnamen di luar negeri seperti Hongkong, Malaysia, dan Singapura,” tandas putri pasangan Fadly Arief dan Sismayanty ini. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Aitsila Fauziah Fadly China Squash Junior Open 2026 squash balikpapan atlet squash Balikpapan Squash Kaltim