SAMARINDA – Regenerasi atlet selam di Kalimantan Timur terus berkembang. Namun, pertumbuhan jumlah atlet usia pelajar belum sepenuhnya diimbangi dengan kompetisi yang berjenjang dan rutin.
Kondisi tersebut mendorong Pengprov Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kaltim untuk mengupayakan agar cabang olahraga selam masuk dalam agenda Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) hingga Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas).
Bagi POSSI Kaltim, kompetisi bukan sekadar ajang mengejar medali. Pertandingan dibutuhkan untuk mengukur hasil latihan, membandingkan catatan waktu, sekaligus mengidentifikasi atlet yang memiliki prospek untuk dikembangkan ke jenjang prestasi lebih tinggi.
Ketua POSSI Kaltim Sutarno Wijaya mengatakan, potensi atlet muda mulai terlihat dari semakin banyaknya pelajar yang menekuni olahraga selam. Karena itu, diperlukan wadah pertandingan yang lebih teratur.
“Kalau atlet pelajar semakin banyak, tentu harus ada wadah untuk mereka bertanding. Dari situ kita bisa melihat perkembangan dan mencari atlet yang punya potensi,” kata Sutarno, belum lama ini.
Baca Juga: Bayan Craft Art Fest 2026 Resmi Dibuka di Balikpapan, 83 UMKM Ramaikan Festival Selama Tujuh Hari
Kejuaraan Jadi Tolok Ukur
Selama ini, atlet selam Kaltim banyak mendapatkan pengalaman melalui kejuaraan tingkat nasional. Salah satunya Kejuaraan Nasional Bupati Badung Finswimming Open 2026 di Bali pada Juli lalu.
Kaltim konsisten ambil bagian dalam kejuaraan tersebut sejak 2022. Pada edisi tahun ini, sebanyak 23 atlet diturunkan.
Kontingen Kaltim diperkuat atlet dari lima pengurus cabang, yakni Samarinda, Kutai Kartanegara, Paser, Kutai Timur, dan Penajam Paser Utara. Hasilnya cukup menjanjikan dengan finis di peringkat ketiga.
Capaian tersebut menunjukkan pembinaan atlet selam Kaltim memiliki fondasi yang cukup kuat. Namun, POSSI Kaltim tidak ingin pemantauan perkembangan atlet hanya mengandalkan kejuaraan nasional.
Sebab, atlet membutuhkan frekuensi pertandingan yang cukup untuk mengukur perkembangan kemampuan mereka. Salah satu indikator penting adalah best time atau catatan waktu terbaik.
Catatan waktu tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pelatih dan pengurus untuk melihat peningkatan performa atlet secara terukur. Dari sana, atlet yang memiliki perkembangan paling menjanjikan dapat diproyeksikan ke jenjang kompetisi berikutnya.
“Kejuaraan ini sebagai bagian dari evaluasi pembinaan atlet POSSI Kaltim dalam rangka persiapan menuju BK PON 2027,” ujar Sutarno.
Siapkan Regenerasi Jangka Panjang
Menurut POSSI Kaltim, pembinaan atlet pelajar tidak semata-mata untuk memenuhi kebutuhan kompetisi kelompok usia. Atlet yang dibina sejak dini juga dipersiapkan sebagai investasi prestasi jangka panjang.
Karena itu, keberadaan kompetisi berjenjang dinilai penting untuk membangun jalur pembinaan yang lebih jelas. Atlet bisa ditemukan melalui kompetisi usia pelajar, dipantau perkembangannya, kemudian diproyeksikan menuju level senior.
POSSI Kaltim berharap selam dapat masuk dalam agenda Popda dan Popnas. Dengan begitu, atlet pelajar memiliki ruang lebih luas untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan menghadapi atlet dari daerah lain.
“Kami berharap selam bisa dipertandingkan di Popda dan Popnas. Potensi atlet usia pelajar itu ada, tinggal diberi ruang untuk bertanding,” tutup Sutarno.