KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Ketua KONI Kaltim Anderiy Syachrum bersama rombongan bertandang ke kantor KONI Balikpapan, Selasa (25/8) lalu. Selain bersilaturahmi, agenda itu sekaligus jadi momentum untuk membahas terkait kesiapan Balikpapan menuju Porprov Kaltim VIII/2026 di Paser.
Dalam kesempatan itu, Ketua KONI Balikpapan Gasali juga menyinggung soal isu pemangkasan cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan di Paser nanti. “Sempat ada kabar cabor yang dipertandingkan nanti kemungkinan kurang dari 64. Harapan kami semua bisa diakomodir, kasihan atlet yang sudah berjuang di babak kualifikasi,” ujar Gasali.
Baca Juga: Mantan Dirut PT Laut Bontang Bersinar Jadi Tersangka Dugaan Korupsi
Dia berharap, KONI Kaltim dapat menyampaikan aspirasi ini kepada Panitia Besar (PB) Porprov, agar seluruh cabor yang telah berjuang di BK Porprov tetap mendapat kesempatan untuk bertanding. Sebab, mengorbankan sebagian cabor sama saja dengan mengkhianati perjuangan para atlet.
Selain pembahasan cabor, Gasali juga menyebut bahwa KONI Balikpapan menyambut baik wacana Kaltim untuk mengubah regulasi pelaksanaan Porprov untuk digelar dua tahun sekali. Langkah itu berpotensi memacu pembinaan olahraga di daerah secara lebih berkesinambungan. Terlebih, Balikpapan sangat siap bila ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan Porprov ke depan, dengan mempertimbangkan kelengkapan fasilitas olahraga yang telah dimiliki saat ini.
Menanggapi itu, Anderiy Syahrum menjelaskan, usulan mengenai 64 cabor sebenarnya telah disampaikan pihaknya sejak jauh-jauh hari. Tetapi, melihat kondisi anggaran pelaksanaan, pihaknya juga harus bijak menyikapi kondisi yang dirasakan oleh provinsi lain.
Baca Juga: Sore Ini Samarinda Mati Lampu Lagi: Cek 40 Area Terdampak, PLN Beri Imbauan Khusus di Jam Rawan Ini
“Keresahan yang dirasakan panitia terkait kekuatan anggaran untuk pelaksanaan juga perlu dipahami. Tapi masukan dari KONI Balikpapan akan jadi bahan pertimbangan serius yang bakal kami sampaikan dalam rapat bersama PB Porprov,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Anderiy mengakui tantangan penyesuaian anggaran turut dirasakan berbagai provinsi di Indonesia. Berdasarkan informasi dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, sejumlah provinsi bahkan harus menunda pelaksanaan Porprov.
Di samping itu, ia menyampaikan harapannya agar KONI Balikpapan dapat mendukung gagasan pelaksanaan Porprov dua tahun sekali. Yang nantinya akan digelar serentak di dua kota berdekatan, dengan fasilitas olahraga memadai.
Baca Juga: PT BEK Jadi Sponsor Utama, 12.000 Masker Dibagikan untuk Lindungi Pelajar Kubar dari Polusi Udara
Menurutnya, skema ini akan lebih efisien karena memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia, sehingga kabupaten/kota tidak perlu lagi membangun fasilitas baru. “Porprov dua tahun sekali bisa jadi lebih efisien karena diselenggarakan di dua kota sekaligus. Para atlet muda juga akan semakin berlatih keras, regenerasi pun akan berjalan kontinu,” tuntasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A