Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Krisis Dana KONI Kaltim, Puluhan Cabor Terancam Absen dari Kejurnas dan BK PON

Rendy Fauzan • Rabu, 23 Juli 2025 | 06:05 WIB
Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras meminta maaf kepada cabor yang tidak bisa mengikuti kejuaraan karena keterbatasan dana.
Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras meminta maaf kepada cabor yang tidak bisa mengikuti kejuaraan karena keterbatasan dana.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Batalnya tim kriket Kaltim mengikuti kejuaraan nasional (kejurnas) di Bali, 20-30 Juli 2025 menjadi pukulan telak bagi dunia olahraga Kaltim. Sebagai salah satu daerah yang diperhitungkan di level nasional, kealpaan di ajang nasional menimbulkan sejumlah risiko. Mulai melorotnya prestasi, hingga kemungkinan mengecilnya peluang bersaing di babak kualifikasi (BK) pekan olahraga nasional (PON).

Dan, kriket bisa jadi hanya permulaan dari puluhan cabang olahraga (cabor) lainnya yang akan menghadapi ajang serupa, sebagai agenda tahunan yang wajib diikuti. Untuk diketahui, tim kriket Kaltim tidak bisa bertolak ke Bali karena terkendala dana yang tidak tersedia.

Dana kebutuhan selama mengikuti kejurnas sejatinya difasilitasi oleh KONI Kaltim. Hanya hingga kini, KONI Kaltim juga tidak memiliki kas, lantaran dana hibah dari Pemprov Kaltim belum cair.

Atas kejadian yang dihadapi tim kriket Kaltim, Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras meminta maaf. Menurutnya tidak sepatutnya Kaltim harus absen di persaingan olahraga prestasi di level nasional.

Namun, dia pun tidak bisa berbuat banyak. Sebab, nota perjanjian hibah daerah (NPHD) tak kunjung terbit untuk ditandatangani, sebagai prosedur pencairan hibah. “Khawatirnya, kalau itu baru bisa dituntaskan pada Agustus atau September, ada sekian banyak agenda yang terabaikan, seperti yang dialami kriket saat ini," jelas Rusdi.

Untuk diketahui, terdapat sederet agenda yang pendanaannya juga sangat bergantung kepada dana hibah tersebut. Seperti Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang sedianya bergulir mulai Agustus.

Kemudian September, ditambah dengan keikutsertaan Kaltim di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) dan Sukan Borneo. Disusul pada Oktober, ada PON Bela Diri di Kudus, Jawa Tengah. "Kejurnas menjadi agenda penting, sebagai ajang seleksi atlet menuju porprov atau pun BK PON," tegas Rusdi.

Kriket bukan cabor pertama yang mengalami kesulitan dana untuk mengikuti sejumlah agenda. Sebelum mereka, terdapat sejumlah cabor lain yang menghadapi hal serupa. Bedanya, mereka masih sanggup membiayai dengan skema talangan mandiri. Dan, itu harus di-reimburse ke KONI Kaltim ketika dana sudah tersedia.

Saat ini, talangan yang terdata sudah mencapai Rp4,1 miliar. “Itu belum termasuk biaya transportasi. Kalau itu dihitung, kira-kira sudah melewati angka Rp6 miliar,” ucapnya. Dana tersebut meliputi pembiayaan yang melibatkan 432 atlet, 60 pelatih, dan 17 ofisial teknik, yang terbagi dalam 74 agenda.

Agenda yang dimaksud yakni kegiatan kejuaraan seperti kejurnas, seleksi nasional (seleknas), termasuk memberangkatkan atlet yang terpilih mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas). Ada pula kegiatan keorganisasian seperti musyawarah provinsi (musprov), rapat kerja dan rapat koordinasi. Ada pula urusan operasional KONI Kaltim, seperti perawatan gedung dan hal lainnya. "Semua itu tak bisa kami cover, karena memang belum turun dana hibahnya," ucapnya.

Mengacu kepada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), KONI Kaltim diproyeksikan menerima Rp54 miliar. Hanya, kemudian imbas efisiensi, angka tersebut terkoreksi menjadi Rp45,5 miliar.

"Yang kami jadikan atensi, kami punya tanggung jawab untuk memenuhi harapan Gubernur Kaltim, Pak Rudy Mas’ud, yang ingin melihat kontingen Kaltim finis tiga besar pada PON XXII/2028 Nusa Tenggara. Dan, untuk mewujudkan hal tersebut sudah harus dimulai sejak sekarang, termasuk serangkaian kegiatan yang didanai melalui hibah tersebut,” tegasnya.

Baca Juga: Piala Soeratin Kaltim: Kukar Kuasai Dua Kategori Usia, Siap Tampil di Nasional

Sebelum situasi ini tercipta, mereka sudah mengupayakan mewujudkan harapan Gubernur dengan menggelar pelatihan pelatih fisik level I nasional. Saat ini, Kaltim sudah memiliki 500-an pelatih fisik berkualitas yang siap mendukung penempaan kebugaran atlet demi bisa bersaing lebih tangguh di berbagai ajang.

"Mudah-mudahan ini bisa segera diselesaikan sebelum Agustus. Karena jika terus berlarut, akibatnya semua program, baik KONI dan cabor tak bisa dijalankan," tutupnya. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#kejurnas #Kriket Kaltim #KONI kaltim #dana hibah #dana talangan #Rusdiansyah Aras